Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kreatif, Mahasiswa UMK Ciptakan Totebag Bermotif Batik Kudus

0 197

MURIANEWS.com, Kudus – Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) memiliki cara unik tersendiri untuk mengurangi limbah plastik. Seperti yang dilakukan oleh tiga mahasiswa yang terdiri dari Brian Priyangga, Nurul Ummah, dan Maulida Silva.

Mereka mengurangi sampah plastik dengan pembuatan totebag. Bahannya dari kain perca atau limbah kain yang digunakan untuk belanja sebagai pengganti kantong kresek atau plastik.

Totebag yang dibuat tak hanya sekadar totebag, melainkan ada motif khas Kudus, yakni batik Kudus dan menara. Karena Kudus juga dikenal sebagai produsen batik, batik yang digunakan dari limbah atau kain perca.

“Selain bertujuan untuk mendaur ulang, juga bertujuan untuk mengenalkan wisata di Kudus melalui totebag tersebut. Banyak tujuan yang ingin kami raih selain mencari keuntungan, mulai dari mengurangi sampah plastik dan kain, juga mengenalkan wisata Kudus,” terang Ketua Tim Brian Priyangga, Selasa (25/6/2019).

Diri bersama dua anggotanya, Nurul Ummah dan Maulida Silva memang semula melihat banyaknya sampah plastik yang ada. Terutama saat belanja di minimarket, toko klontong, pasar atau lainnya. Dipastikan tempat belanja menggunakan plastik kresek, artinya akan menjadi sampah.

“Padahal dengan menggunakan totebag bisa mengurangi penggunaan sampah, bahkan di toko modern saat ini sudah dikenai biaya sekitar Rp 200 untuk plastik kreseknya. Dengan menggunakan totebag bisa digunakan terus menerus, tidak sekali pakai,” imbuhnya.

Totebag ini berbahan kanvas dan kain katun dan memiliki ukuran 35 x 25 cm, cukup besar. Totebag terdapat tambahan pegangan pada bagian atasnya. Bahan kanvas memang terkenal kuat dan bisa digunakan untuk membawa barang-barang belanjaan serta kebutuhan lainnya. Selain kuat, totebag ini mudah dicuci juga perawatannya mudah.

Tak hanya untuk mengangkat barang, totebag buatannya juga bisa difungsikan sebagai tempat tisu, sehingga memiliki dua fungsi. ”Biasanya tempat tisu juga dari plastik, kita inovasikan totebag ini bisa juga sebagai wadah tisu,” jelasnya.

Untuk penjualan, dilakukan secara online maupun offline, melalui marketplace yang sudah ada dan juga melalui media sosial. Sedangkan untuk offline, dirinya kerjasama dengan toko yang ada di sekitar tempat wisata di Kudus.

Selain itu juga kerjasama dengan jasa travel, wedding organiser (WO) dan agar bisa digunakan sebagai souvenir dalam sebuah even. ”Totebag ini sudah ada yang membeli, dari Kudus dan sekitarnya, kami jual Rp. 25.000,” imbuhnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.