Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dampak Zonasi, Banyak Calon Siswa SMP di Mlonggo Terpaksa Sekolah di Swasta

MURIANEWS.com, Jepara – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMP di Kabupaten Jepara, sudah berakhir. Meski demikian, PPDB yang menggunakan sistem zonasi ini, ternyata menimbulkan masalah di salah satu wilayah.

Di Kecamatan Mlonggo, yang hanya memiliki satu SMP negeri, yakni SMP 1 Mlonggo, penerapan sistem zonasi dikeluhkan. Di kawasan ini, banyak calon siswa yang sebenarnya ingin bersekolah di sekolah negeri, akhirnya harus ke sekolah swasta.

Pada kenyataannya, di Mlonggo ada banyak SD negeri yang tahun ini juga meluluskan banyak murid ke SMP.

Edi Sulistyono, Guru SD 3 Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Selasa (26/6/2019), menyatakan, dari 34 orang lulusan sekolahnya, hanya 3 orang yang diterima di SMP 1 Mlonggo. Itupun mereka melalui jalur prestasi, karena kebetulan nilainya masih bisa bersaing.

Sementara sekitar 10 orang lainnya, berhasil diterima di SMP 2 Bangsri, yang berada di Guyangan, Bangsri. Sisanya, meskipun berharap bisa bersekolah di sekolah negeri,  terpaksa memilih bersekolah di sekolah swasta yang ada di Mlonggo.

Menurut Edi Sulistyono, ada banyak lulusan SD di Mlonggo, yang lokasinya menyulitkan dengan diterapkannya sistem zonasi.  Misalnya SD Jambu 1, 3, 5 dan 12. Lalu juga SD Sekuro 1, 3 dan 4. Lokasinya yang berada di sisi timur kecamatan, membuat lulusan dari sekolah-sekolah tersebut sulit bersaing dalam sistem zonasi yang diterapkan.

“Ya karena SMP-nya kan hanya satu di Mlonggo. Sedangkan sekolah yang di luar Mlonggo, yakni Bangsri, jaraknya juga sama jauhnya. Jadinya ya banyak yang menghadapi kendala,” ujar Edi Sulistyono.

Dari kalangan orang tua calon siswa, situasi ini juga dikeluhan. Misalnya saja, Hartono, warga Desa Jambu Timur, yang mengaku terpaksa menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.

Hartono menyatakan anaknya yang lulusan SD 3 Jambu Timur, tidak diterima di SMP 1 Mlonggo. Hal ini lantaran jarak rumahnya ke SMP 1 Mlonggo mencapai sekitar 4,5 km.

Nilai anaknya sebenarnya juga termasuk bagus, yakni 24. Namun jika didaftarkan melalui jalur prestasi belum tentu bisa masuk. Sedangkan alternatif sekolah lainnya adalah di SMP 2 Bangsri, yang berada di Desa Guyangan. Jaraknya sekitar 4 km.

“Di SMP 2 Bangsri mungkin bisa saja anak saya diterima. Tapi karena tidak ada angkutan umum untuk ke sana, akhirnya saya tidak mendaftarkan anak saya di sana. Sampai sekarang belum dapat sekolah. Terpaksanya ya nanti di MTs swasta yang ada di Mlonggo,” kata Hartono.

Hartono mengaku kecewa dengan situasi yang dialami anaknya ini. Di sekitar desanya, banyak calon siswa yang juga mengalami situasi serupa. Sebenarnya dirinya berharap anaknya bisa sekolah di SMP 1 Mlonggo. Selain biayannya murah, untuk transportasinya juga mudah.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...