Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hebat! Dua Siswa SMK Banat Kudus Dulang Prestasi di Kancah Internasional

0 206

MURIANEWS.com, Kudus – Dua siswa jurusan fashion designer SMK NU Banat Kabupaten Kudus berhasil mendulang prestasi di kancah internasional. Kedua siswa yang diketahui bernama Farah Aurellia Majid dan Fitria Noor Aisyah itu berhasil membawa baju rancangannya dalam peragaan busana Indonesian Fashion Chamber (IFC) di Prancis pada 1 Desember 2018 lalu.

Baju rancangan itu pun ditampilkan kembali dalam peragaan busana di SMK NU Banat, Senin (24/6/2019) siang. Bahkan orang nomor satu di Kota Kretek itupun hadir langsung menyaksikan peragaan busana tersebut.

Farah dan Fitria, sapaan akrab mereka berdua, mengaku tak menyangka karyanya dapat ditampilkan dalam fashion show IFC dan berangkat ke Prancis. Mereka bercerita, awalnya pembimbing SMK NU Banat mengadakan seleksi rancangan busana untuk siswa SMK NU Banat yang akan dikirim ke IFC di Prancis.

“Kami bersaing dengan tiga orang angkatan adik kelas kami, dan tiga orang angkatan dari kami. Dari enam orang, akhirnya terpilih Fitria dan Farah yang mewakili SMK NU Banat untuk maju ke IFC di Prancis,´ ujar Farah.

Ia mengatakan, persiapan yang mepet menjadi salah satu kendala mereka berdua dalam pelaksanaan IFC pada Desember lalu. Namun, atas dukungan dari pihak sekolah dan IFC, semuanya berjalan lancar.

“Alhamdulillah, tiga bulan untuk persiapan 30 baju sekaligus persiapan administrasi dapat berjalan dengan lancar selama di Prancis. Kami sembilan hari berada di Eropa, termasuk ke Belgia dan Belanda,” tuturnya.

Rancangan baju mereka terinspirasi dari kain troso asal Jepara. Farah beralasan dipilihnya kain troso untuk rancangannya karena ingin memperkenalkan kain tenun khas Jawa Tengah yang selama ini kalah popular dengan kain tenun khas Sumba.

“Kami memakai kain troso asal Jepara dengan nuansa laut. Kami ingin memperkenalkan kain tenun khas Jepara yang selama ini masih kurang dikenal. Selain itu, harga kain tenun troso lebih mudah dijangkau dibanding kain tenun Sumba,” lanjut Farah.

Sementara itu, Bupati Kudus HM Tamzil yang hadir menyaksikan fashion show baju rancangan murid SMK NU Banat mendukung lulusan siswa SMK NU Banat jurusan fashion designer untuk berwirausaha. Pihaknya menyebut perkembangan fashion yang cepat dan pemasarannya yang luas ke seluruh dunia membuat wirausaha bidang fashion sangat menjanjikan.

Oleh karena itu, Tamzil mengarahkan agar lulusan fashion designer SMK NU Banat mengikuti pelatihan wirausaha yang digelar oleh Pemkab. Bupati menyediakan slot 20 orang bagi alumni fashion designer SMK NU Banat pada pelatihan wirausaha 2020 mendatang.

“Alumni fashion designer SMK NU Banat akan kami arahkan untuk ikut pelatihan wirausaha. Selama 10 hari mereka akan kami latih manjemen wirausaha dan kami beri modal 10 juta per orang. Jika satu cluster diiisi 10 orang, paling tidak satu grup mempunyai modal usaha 100 juta. Lulusan SMK NU Banat tidak boleh hanya sebagai ibu rumah tangga, tapi juga harus berwirausaha,” terang Tamzil.

Setelah ke SMK NU Banat, Tamzil melanjutkan kunjungannya ke SMK PGRI 1 Kudus yang memiliki jurusan kecantikan. Pihaknya bertemu dengan dua siswa berprestasi Fiya Triani dan Lolita Delarosa yang menjadi MUA (make up artist) dalam fashion show Indonesian Fashion Chamber (IFC) di Prancis berkolaborasi dengan baju rancangan siswa SMK NU Banat Kudus.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.