Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ratusan Sastrawan Muda Bakal Unjuk Gigi di Festival Sastra Jawa Tengah

MURIANEWS.com, Semarang – Ratusan sastrawan muda dari berbagai daerah berpartisipasi dalam Festival Sastra Jawa Tengah. Mereka bakal unjuk kemampuan dalam bidang puisi, cerpen, maupun penulisan lakon.

Ada 327 sastrawan yang sudah mendaftarkan diri. Bahkan yang berminat jumlahnya melebihi, karena khusus untuk tangkai lomba baca puisi panitia terpaksa melakukan penyaringan, karena membeludaknya pendaftar.

Tercatat ada 139 pendaftar khusus baca puisi hingga hari terakhir pendaftaran pada 15 Juni 2019 lalu. Sementara yang lolos penyaringan berjumlah 80 peserta.

Kemudian tangkai penulisan puisi 110 peserta, penulisan cerpen 105 peserta, dan penulisan lakon 32 peserta.

“Karena terbatasnya waktu lomba yang cuma sehari, maka peserta (baca puisi) kita batasi 80 orang. Maka kita saring berdasarkan asal daerah untuk memunculkan keterwakilan dari tiap-tiap kabupaten/kota,” kata Ketua Dewan Juri Khotibul Umam, di sela-sela temu teknik dan pengundian peserta Festival Sastra Jateng di Auditorium RRI Semarang, Jumat (21/6/2019).

Umam mengatakan, dalam lomba ini dewan juri yang dilibatkan merupakan tokoh-tokoh yang berkompeten.

Untuk lomba penulisan cerpen, penulisan puisi, dan naskah lakon misalnya, dewan juri yang dilibatkan yakni Hanindawan (teaterawan) Bandung Mawardi (essais), dan Triyanto Triwikromo (sastrawan). Mereka akan menilai naskah cerpen para peserta yang telah dikirim ke panitia.

Ada juga Laura Andri (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Undip), Apito Lahire (teaterawan), dan Sosiawan Leak (teaterawan, penyair), yang akan menilai lomba baca puisi pada Sabtu (22/6/2019) di Auditorium RRI Semarang.

Even ini digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah bekerja sama dengan Anantaka Cultural Trust, sebuah yayasan yang bergerak di bidang seni budaya dan pendidikan anak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Jumeri menambahkan, festival sastra merupakan bagian dari pembinaan para peminat sastra muda. Karena itulah gelaran ini membatasi usia peserta maksimal 35 tahun.

“Harapannya yang ikut ya yang muda-muda, baik pelajar, penyair muda, dan mahasiswa yang menggeluti dunia sastra, yang jelas akan berkelanjutan,” katanya.

Direktur Anantaka Cultural Trust, Anton Sudibyo mengungkapkan, festival sastra pada titik tertentu adalah sebuah kebutuhan untuk merangsang gairah berkreasi dan membangun atmosfir kesenian yang dinamis.

“Ini sebuah awal yang baik, harapannya tentu saja festival ini bisa berkelanjutan, semakin baik, dan prestisenya semakin tinggi,” tegasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...