Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sistem Zonasi, Banyak Siswa di Kudus Tak Bisa Sekolah di SMP Negeri

MURIANEWS.com, Kudus – Dampak dari penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP mulai terasa. Salah satunya terkait banyaknya siswa yang gagal bersekolah di SMP Negeri pilihannya karena masalah jarak rumah ke sekolah.

Beberapa desa di Kabupaten Kudus memang tidak bisa menjangkau kriteria jarak dari rumah ke sekolah-sekolah negeri. Kebanyakan, jumlah kuota zonasi yang disediakan sekolah telah penuh oleh warga sekitar sekolah.

Operator PPDB online SMP 1 Mejobo Tri Setiani mengaku iba dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Para wali murid banyak yang mengeluhkan karena merasa jarak rumahnya tidak terlalu jauh, tapi tetap saja tidak diterima di SMP terdekat dari rumahnya.

“Karena memang sistem memprioritaskan jarak yang paling dekat dari sekolahan,” ucap Tri.

Sri menjelaskan, pemenuhan kuota siswa pada SMP 1 Menjobo sendiri hanya mencakup tiga desa terdekat saja. Yakni pada Desa Jepang dengan jarak 0,4 kilometer, Desa Megawon dengan jarak 0,8 kilometer,dan para pendaftar dari desa Gulang yang berjarak 1,4 kilometer.

“Kami menyediakan kuota 270 siswa,” jelasnya.

Sedang banyak pendaftar dari Desa Payaman, Des Jepang Pakis, Desa Golan Tepus, dan Desa Kirig tidak diterima karena jarak dirasa masih terlalu jauh dari lokasi sekolah. Pada Desa Mejobo juga tidak ada siswa yang masuk ke SMP 1 Mejobo.

“Karena jaraknya memang kalah dekat dari tiga desa tadi (Jepang, ,Megawon, dan Gulang,red),” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo menyatakan, semua masukan terkait gelaran PPDB tahun ini akan dievaluasi. Saat ini, pihaknya hanya akan berpegang pada juknis yang telah ditetapkan sembari mengevaluasi pelaksanaan.

“Bagi yang memang tidak bisa mendaftar ke negeri mau tidak mau ke swasta,” ucap Joko.

Menurut Joko, salah satu alasan diterapkannya zonasi adalah agar persebaran siswa serta pemerataan kualitas pendidikan bisa merata di seluruh daerah. Dengan harapan kualitas pendidikan secara keseluruhan bisa meningkat.

“Pemerataan adalah tujuan utamanya,” tandas Joko.

Ditemui terpisah, Bupati Kudus HM Tamzil menyatakan akan segera mengevaluasi pelaksanaan PPDB di Kudus. Tamzil mengharapkan para wali murid tidak khawatir karena anaknya belum mendapatkan sekolah.

“Kami evaluasi, kami carikan solusi, jika memang terpaksa swasta tidak apa-apa semua kualitas pendidikannya sudah sama,” tandas Tamzil

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...