MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tak Hanya Sunan Kuning, Lokalisasi Gambilangu di Kota Semarang Juga Ditutup

0 650

MURIANEWS.com, Semarang – Pemerintah berencana menutup Resosialisasi Argorejo (Sunan Kuning) di Kota Semarang pada 15 Agustus 2019. Tak hanya Sunan Kuning, satu lokalisasi lagi di Kota Semarang yakni Resosialisasi Gambilangu juga akan ditutup.

Penutupan juga dilakukan secara serentak bersama Sunan Kuning. Hal ini sejalan dengan keputusan pemerintah pusat yang akan menutup seluruh lokalisasi pada 2019.

”Proses penutupan Sunan Kuning sudah dimulai tahapan penutupannya sejak 2 tahun lalu. Untuk Gambilangu, juga akan ditutup, rencananya bersamaan,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwanto dilansir Antara.

Namun, menurut dia, khusus untuk Gambilangu perlu dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Kendal, mengingat lokasinya yang berada di perbatasan.

” Pemkab Kendal sempat berencana mendahului penutupan Gambilangu. Sekarang MASIH dibahas tanggung jawab masing-masing pemda nantinya,” ujarnya.

Tahap selanjutnya dalam penutupan Gambilangu, kata dia, yakni sosialisasi kepada warga binaan. Sementara sosialisasi terhadap warga binaan di Sunan Kuning sudah gencar dilaksanakan. Mereka nantinya juga akan mendapatkan tali asih.

Sementara itu, Ketua Pembina Kompleks Resosialisasi Argorejo Semarang, Suwandi, meminta Pemkot Semarang bersikap manusiawi dalam melakukan Sunan Kuning. Menurut dia, Sunan Kuning merupakan kawasan yang memiliki dasar hukum dalam operasionalnya.

“Kami menghormati kebijakan pemerintah berkaitan dengan penutupan ini, namun pemkot harus bijaksana. Karena kami ini resmi, sehingga kami ini anak negara,” terangnya.

Sebagai resos yang memiliki legalitas, lanjut dia, Sunan Kuning berbeda dengan lokalisasi yang lain. Ia menjelaskan kompleks ini memiliki program kerja yang tertata rapi yang bertujuan untuk mengatur para warga binaan yang merupakan wanita pekerja seks.

Ia menyebut terdapat sebanyak 476 wanita pekerja yang setiap dua pekan selalu melakukan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, mereka juga diminta untuk membuat tabungan yang berasal dari uang hasil kerja mereka.

Setelah nantinya dipulangkan, ia mengharapkan pemerintah tidak hanya sebatas memberi uang tali asih. Namun juga modal untuk membuka usaha sebagai mata pencaharian mereka nantinya.

Saat ini, menurut dia, tahapan menuju penutupan kompleks resos tersebut masih terus berjalan. Proses pendataan serta penataan warga binaan terus dilakukan hingga waktunya eksekusi.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Antara

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.