Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Revitalisasi Terminal Wisata Colo Dikaji

0 138

MURIANEWS.com, Kudus – Penataan ulang sekaligus revitalisasi pada kawasan wisata alam dan wisata religi makam Sunan Muria, di Desa Colo, Kecamatan Dawe mulai dikaji pihak pemkab. Hal tersebut menyusul masih banyaknya infrastruktur penunjang yang belum maksimal dalam penggunaannya.

Penataan, akan dimulai pada tahun anggaran 2020 mendatang. Sedang pembuatan Detail Engiinering Design (DED) akan dilakukan pada APBD Perubahan tahun ini. Sesuai rencana, pembangunan tahap pertama akan menyentuh perluasan terminal bus ke arah bangunan pondok boro.

“Pondok Boro akan dibongkar untuk perluasan terminal wisata,” ucap Asisten II Bidang Ekonomi Kesejahteraan dan Pembangunan Sekretarian Daerah (Setda) Kudus, Ali Rifai.

Survei dan pemetaan lokasi juga telah dilakukan oleh konsultan CV Tunas Semarang. Sedang estimasi awal anggaran penataan berada di kisaran Rp 18 miliar. Alokasinya bisa dari APBD ataupun Bantuan Gubernur (Bangub).

“Bisa diambilkan melalui dua alternatif tersebut,” lanjutnya.

Staf Ahli Bupati Kudus Bidang Ekonomi Pembangunan Agus Suronto menambahkan, revitalisasi juga akan menyentuh penataan PKL dan pemindahan Pondok Boro untuk penginapan rombongan peziarah.

“Penginapan Boro akan ditempatkan pada Lantai 1 bangunan yang sebelumnya menjadi kios PKL,” terang Agus.

Agus menerangkan, pembangunan gedung tiga lantai awalnya difungsikan untuk menaungi PKL dan asongan sebanyak 156 pedagang. Pada kenyataannya PKL dan asongan enggan masuk ke dalam gedung lantai satu yang telah disediakan.

“Dengan alasan tidak prospek untuk berjualan, nanti PKL akan ditempatkan di pinggir terminal wisata. Kita lakukan agar kawasan Colo bisa lebih baik lagi,” tambahnya.

Sementara Tenaga Ahli Konsultan CV Tunas Erlina merinci, luas area pengembangan pada terminal wisata Colo eks Pondok Boro berjumlah 4 blok dengan total luas 6,478 meter per segi (m2). Blok A memiliki luas 1.149 m2, blok B 900 m2, blok C 1.253 m2, dan blok D memiliki luas 3.176 m2.

“Perluasan bisa menambah daya tampung bus dari 40 sampai 47 bus besar dan kecil,” jelasnya.

Petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Obyek Wisata Colo Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Budiyono menjelaskan, pada puncak wisata, jumlah bus masuk bisa mencapai 100 hingga 200 armada. Baik bus kecil maupun bus besar.

“Penginapan boro juga cukup ramai saat bulan-bulan wisata, mereka hanya dikenakan tarif Rp 300 hingga Rp 400 ribu per malam untuk 40-50 orang,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.