MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Permudah Peternak Tangani Penyakit Sapi, Pati Luncurkan E-Mansisapi

0 44

MURIANEWS.com, Pati- UPTD Pusat Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati meluncurkan aplikasi E-Mansisapi. Aplikasi ini untuk mempermudah peternak dalam menangani keluhan kesehatan pada hewan ternaknya. E-Mansisapi sendiri merupakan kepanjangan dari enggal mantun sapiku (segera sembuh sapiku).

Aplikasi tersebut berisi program panduan penanganan gangguan kesehatan pada sapi sejak dini. Termasuk mencantumkan nama dan kontak pribadi petugas kesehatan hewan di wilayah terdekat.

Dalam peluncuran E-Mansisapi yang dilakukan di Dukuh Grobog, Desa Wonorejo, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Senin (18/6/2019) itu sekaligus dilakukan pelayanan kesehatan hewan meliputi pengobatan masal, pemberian antiparasit dan pemeriksaan kebuntingan pada sapi sebanyak 100 ekor.

Kepala Dispertan Mokhtar Efendi mengatakan, aplikasi E-Mansisapi merupakan respon atas terbatasnya petugas kesehatan hewan. Saat ini pihaknya hanya memiliki empat dokter hewan dan 17 mantri hewan. Sementara populasi sapi di Pati relatif banyak. Selama ini mereka melakukan pelayanan di 21 kecamatan.

“Aplikasi ini sangat membantu peternak dalam melakukan penanganan dini gejala sakit pada sapi. Di dalamnya terdapat panduan penanganan sederhana dan tradisional,” ujarnya.

Penanganan awal itu bertujuan untuk mencegah gejala sakit pada sapi lebih parah sambil menunggu petugas dari Dispertan datang. Apabila sakitnya parah, peternak juga dapat langsung meminta bantuan petugas kesehatan hewan melalui aplikasi tersebut.

“Kami berharap layanan aplikasi ini dimanfaatkan sebaik-baiknya,” harapnya.

Kepala UPTD Puskeswan Distan Pati Andi Hirawadi menambahkan, panduan dalam aplikasi relatif komplet. Mulai dari mendeteksi gejala yang muncul hingga langkah penanganan dini.

Menurutnya, E-Mansisapi menyediakan pendeteksian sakit berupa gejala ambruk (ndeprok), belatungan, broyong, demam dan pilek, gatal kulit, kembung, kurus, mencret, mulut berbusa, sakit mata, dan sulit lahir.

“Panduan penanganan dini atas sakit tersebut kami harapkan dapat mengurangi angka kematian sapi,” imbuhnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.