Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sunan Kuning Ditutup 15 Agustus, Bakal Diubah Jadi Wisata Kuliner

0 465

MURIANEWS.com, Semarang – Pemerintah memastikan akan menutup Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning di Kota Semarang. Penutupan dilaksanakan pada Agustus 2019 mendatang, dan kawasan bekas lokalisasi itu akan dijadikan kampung tematik.

Program kampung tematik itu salah satunya dengan menjadikan kawasan Argorejo menjadi pusat wisata kuliner baru di Kota Semarang.

Rencana ini menurut pemerintah setempat, juga sebagai upaya untuk mengatasi ketakutan warga di kawasan Argorejo, yang khawatir kehilangan mata pencaharian setelah penutupan lokalisasi terbesar di Jateng tersebut.

Pentuupan Sunan Kuning ini didasarkan pada rencana pemerintah pusat yang menutup seluruh lokalisasi di Indonesia pada 2019.

Jelang penutupan, pemerintah gencar melakukan sosialisasi kepada penghuni Argorejo, seperti yang dilakukan pada Selasa (18/6/2019) hari ini.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwanto menyebut, sesuai rencana penutupan Sunan Kuning akan dilakukan pada 15 Agustus 2019 mendatang.

Proses penutupan akan dimulai pada akhir Juni, dengan membongkar gapura masuk lokalisasi ini. Kemudian pada 15 Agustus akan dilakukan penutupan total. Nantinya menurut dia, pemerintah juga tak akan lepas tangan.

”Insya Allah diclosing 15 Agustus. Gapuranya dibongkar akhir Juni, lalu kita bangun kampung tematik dan kuliner,” katanya kepada wartawan.

Selain membentuk kampung tematik dan wisata kuliner, pemerintah juga akan memberikan tali asih kepada mantan pekerja seks komersial (PSK) yang terdata di kompleks ini. Namun belum dijelaskan berapa besaran tali asih tersebut.

Selain itu, masih ada pemebasahan-pembahasan yang akan dilakukan berikutnya, untuk finalisasi penutupan ini.

”Tali asih disiapkan Dinas Sosial. Memang warga masih banyak yang mengeluh terhadap nasib mereka nanti, dan akan dirembug lagi,” ujarnya.

Menurut Pengelola Sunan Kuning, Suwandi, resosialisasi ini telah ada sejak tahun 1966 dengan izin dari pemerintah. Meski demikian, pihaknya tak bisa menolak rencana penutupan ini karena merupakan perintah dari pemerintah pusat.

Kendati demikian, ia mengaku tetap merasa khawatir dengan nasib anak asuhnya. Karena rata-rata mereka bekerja untuk menghidupi keluarga.

”Kami berharap mereka (PSK) ini diperhatikan. Jumlahnya juga sudah berkurang, karena terus ada pelatihan agar segera mentas,” harapnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.