Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Koleksi Museum Purbakala Grobogan Dikaji Tim Ahli dari BPSMP Sangiran dan BPCB Jateng

MURIANEWS.com, GroboganDisporabudpar Grobogan mendatangkan belasan tim ahli dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Selasa (18/6/2019). Tim ahli dari dua instansi itu didatangkan untuk melakukan serangkaian kajian terhadap puluhan koleksi benda peninggalan masa lalu yang tersimpan di dalam museum purbakala.

Museum yang dikelola Disporabudpar ini letaknya ada di komplek kantor Dinas Pendidikan Grobogan. Meski punya banyak koleksi benda masa lalu, namun museum ini jarang dibuka untuk umum.

Kasi Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Disporabudpar Grobogan Siswanto menyatakan, jumlah koleksi benda masa lalu yang ada di museum sekitar 86 buah. Selain benda cagar budaya, ada juga sejumlah benda purbakala berupa potongan fosil hewan-hewan purba.

Sejumlah pengunjung museum purbakala Grobogan menikmati koleksi museum saat liburan, belum lama ini. (MURIANEWS.com/Dani Agus)

Sejauh ini, koleksi tersebut belum memiliki diskripsi informasi yang lengkap. Misalnya, potongan fosil itu milik hewan apa, berapa usianya, dan terdapat pada bagian apanya.

Data yang ada hanya menyebutkan lokasi dan tahun penemuannya saja. Minimnya informasi inilah yang menyebabkan pihaknya juga kesulitan untuk memberikan penjelasan pada masyarakat.

“Dari kondisi inilah kita kemudian minta pihak BPSMP dan BPCB untuk melakukan kajian terhadap koleksi yang ada di museum ini. Dari kajian ini nanti akan kita dapatkan informasi yang lebih lengkap terhadap benda-benda bersejarah ini,” katanya.

Kajian dari tim ahli dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, dimulai hari ini. Pada empat hari pertama dilakukan untuk kegiataan pendataan, kajian, konservasi, dan pelabelan. Kemudian, pada empat hari kedua digunakan untuk penyusunan hasil kajian yang dilakukan.

“Setelah ada hasil kajian nanti akan kita pakai untuk pembuatan leaflet, buku profil dan disebarkan ke sekolah-sekolah,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...