Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Polisi Klaten Pertemukan Keluarga Korban Gempa Yogya yang Hilang 13 Tahun

0 1.186

MURIANEWS.com, Klaten – Kisah haru pertemuan dua anggota keluarga yang terpisah belasan tahun karena bencana, terjadi di Klaten. Anggota Polsek Jogonalan, Klaten yang berperan dalam pertemuan ini.

Agustinus Triatmoko warga Bantul, Yogyakarta akhirnya bisa bertemu dengan kakaknya Juminten (60) yang hilang pascagempa yang melanda Yogyakarta Mei 2006 lalu.

Juminten ditemukan sedang berjalan kaki sendirian dengan pakaian lusuh, mengenakan baju yang dipenuhi tempelan plastik dan sambil membawa beberapa bungkusan plastik. Perempuan ini ditemukan di Jalan Yogya-Solo Desa Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Sabtu (15/6/2019) lalu.

Cerita pertemuan dua anggota keluarga yang terpisah inipun diawali dengan tidak sengaja. Saat itu, Agustinus bersama istrinya Sukinem tengah melakukan perjalanan dari Yogya menuju Klaten.

Di tengah perjalanan, Agustinus melihat sosok perempuan tengah berjalan kaki sendirian. Agustinus merasa mengenali orang tersebut, hingga ia menghentikan kendaraan yang ditumpanginya.

Karena penasaran, Agustinus pun mengamati perempuan itu dengan seksama. Dari situ ia tersadar, jika perempuan tersebut sangat mirip dengan kakaknya yang telah hilang belasan tahun lalu.

Namun ia tak mau gegabah. Mereka kemudian menuju kantor polisi terdekat, yakni di Polsek Jogonalan. Di kantor polisi, apa yang dilihatnya itu ia sampaikan kepada Aiptu Yuli dan Brigadir Polisi Kepala Muh Dwi Habsoro, yang tengah melakukan tugas jaga.

Dari keterangan itu, dua polisi ini langsung bergegas mengajak mereka mendatangi lokasi. Dua polisi ini langsung menghampiri perempuan itu dan mengajaknya bicara.

Namun saat didekati, perempuan itu seperti ketakutan dan mencoba menghindar. Dengan sabar polisi itu mencoba menenangkan dan membuat perempuan itu nyaman berkomunikasi.

Agustinus kemudian dipanggil dan diminta untuk memastikan pakah benar perempuan itu kakaknya yang hilang. Saat mengamati wajah perempuan itu, Agustinus langsung memeluk perempuan itu, dan memastikan jika perempuan itu adalah Juminten.

Suasana haru pun menyeruak di sekitar lokasi. Bagaimana tidak, keluarga yang hilang belasan tahun bisa ditemukan di tempat yang tak terduga.

Namun karena kondisi perempuan itu yang dianggap memprihatinkan, karena mengalami gangguan kejiwaan, polisi bersama Dinas Sosial kemudian mengantarkannya ke RSJ Soedjarwadi Klaten untuk mendapatkan perawatan.

Kapolsek Jogonalan Iptu Rizky WP mewakili Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi membenarkan hal tersebut. Pihaknya juga memberikan apresiasi atas tindakan yang telah dilakukan oleh anggota nya.

” Saat bertemu itu kondisi Bu Juminten lusuh. Di badannya tertempel banyak plastik seperti pada bagian kaki sehingga harus dilepaskan satu per satu,” katanya pada wartawan.

Dari keterangan pihak kelurga kepada polisi diketahui jika Juminten merupakan janda anak satu. Saat terjadi gempa, perempuan ini hilang. Saat ini anak Juminten dirawat oleh keluarga.

Pihak keluarga mengaku sudah bertahun-tahun namun tak membuahkan hasil.

Maturnuwun bapak-bapak polisi sampun bantu kula lan keluarga, sampun 13 tahun niki pisah, lan dinten niki saget ketemu kaliyan mbak yu kula (Terimakasih bapak-bapak polisi sudah bantu saya dan keluarga, sudah 13 tahun pisah dan hari ini bisa ketemua kakak saya),” ujar Ahmad Rozid, salah adik Juminten.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.