Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Masa Giling PG Rendeng Kudus Mundur, Ini Alasannya

0 118

MURIANEWS.com, Kudus – Target masa giling PG Rendeng Kudus yang rencananya dimulai 15 Juni lalu, dipastikan mundur. Itu terjadi lantaran sejumlah peralatan dan mesin produksi hasil revitalisasi belum siap digunakan. Di antaranya mesin mill (giling) dan mesin evaporator (stasiun penguapan).

Manajer PG Rendeng Agus Sulistiyanto mengatakan, penundaan proses giling dilakukan dengan tujuan menyiapkan proses giling secara maksimal. “Mau tidak mau, semua harus disiapkan secara maksimal,” terang Agus

Hanya, ia meyakini, dalam sepekan ke depan mesin produksi siap dioperasikan untuk mengawali musim giling 2019. Sesuai perkiraan, masa giling akan dimulai pada 20 Juni mendatang.

“Semoga tidak ada gangguan lagi,” kata Agus.

Selamatan dan doa juga sebelumnya telah dilakukan oleh pihak pabrik pada 21 Mei lalu. Dengan harapan selama proses giling berlangsung, bisa diberikan kelancaran. Apalagi, tahun ini  perusahaan menargetkan produksi gula kiristal putih (GKP) sebanyak 20.685 ton.

“Tebu yang akan digiling sebanyak 277.300 ton dengan rendemen tebu minimal 7,44 persen,” rinci Agus.

Ia menyebutkan, ratusan ribu ton tebu tersebut diperoleh dari perluasan tanaman tebu baru yang yersebar di enam kabupaten yaitu Demak, Kudus, Jepara, Pati, Blora, dan Rembang.

“Ekstensifikasi tanaman di area perhutani dengan luas mencapai 3.987 hektare juga kami lakukan,” lanjutnya.

Sementara Direktur Utama PTPN IX Iryanto Hutagaol menyebut, tahun ini PG Rendeng akan mengkombinasikan mesin produksi lama dan baru. Dengan cara itu, kapasitas giling akan ditingkatkan dari 2.500 Ton Cane per-Day (TCD/ ton per hari) menjadi 3.000 TCD.

“Akan dilaksanakan setelah revitalisasi mesin produksi tuntas,” terangnya.

Revitalisasi mesin produksi sendiri telah menelan biaya senilai Rp 225 miliar yang berasal dari penyertaan modal negara (PMN). Revitalisasi meliputi mesin boiler (ketel uap), kristaliser, centrifugal (pemutaran), pengemasan, bagase handling, mill (gilingan), pemurnian, dan evaporator.

“Prosesnya telah mencapai 95 persen,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.