Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Insentif Guru Ngaji Belum Terserap Optimal, Gus Yasin Beberkan Penyebabnya

0 51

MURIANEWS.com, Semarang  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah telah menganggarkan dana sebesar Rp 330 miliar untuk insentif guru ngaji dan lembaga pendidikan keagamaan. Namun penyerapan dana bantuan itu tak berjalan optimal.

Dari dana sebesar itu, Pemprov Jateng menargetkan untuk memberi insentif pada 300 ribu guru ngaji baik di TPQ, madin serta ponpes. Namun pada tahap awal pencarian (Januari-Maret), baru tersalurkan untuk 171.131 guru.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menyebut, kurang optimalnya penyerapan ini karena masalah pendataan. Ia menyebut, pada tahap awal pencarian intensif untuk bulan Januari-Februari dan Maret dana yang telah dicairkan sekitar Rp 51,3 miliar.

“Tapi kami, Pak Ganjar dan saya berkomitmen terus memberi perhatian bagi pendidikan keagamaan, salah satunya melalui insentif guru ngaji ini,” katanya.

Wagub berharap, anggaran yang disediakan pemerintah provinsi bisa terserap optimal. Karenanya, dia meminta agar pemangku pondok pesantren bisa memberikan masukan dan membantu dalam proses validasi data.

“Bagi yang belum memiliki izin operasional maupun kelengkapan administrasi lainnya, kami dorong segera mendaftarkan ke Kantor Kementerian Agama setempat,” ujarnya.

Sementara, berdasarkan rekapitulasi data dari Kanwil Kemenag Provinsi Jateng, hingga 29 Mei 2019, insentif guru madin, TPQ dan pondok pesantren terdistribusi sebesar 99,12 persen atau 169.651 orang.

Sebanyak 0.88 persen belum terdistribusi karena berbagai faktor. Beberapa di antaranya, masih ada perbaikan data penerima untuk keperluan penerbitan buku tabungan, penerima insentif meninggal, tidak aktif, dan tercatat menjadi pengajar ganda.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.