MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Di Jepara, Libur Lebaran Munculkan 70 Ton Sampah Tiap Hari

0 52

MURIANEWS.com, Jepara – Pengelola sampah di Jepara mendapatkan kenaikan volume sampah sepanjang libur Lebaran lalu. Jumlah volume sampah diketahui meningkat hingga 10 persen selama sepekan lalu.

Kepala UPT Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jepara, Ashadi menyebut, jumlah sampah yang banyak adalah sampah anorganik berupa plastik. Sebagian besar merupakan bekas wadah minuman kemasan dan kemasan makanan.

Liburan memang membuat sejumlah objek wisata di Jepara kebanjiran pengunjung. Dampaknya juga menimbulkan tumpukan sampah. Tak pelak, dampak ini tetap harus diatasi oleh para pengelola sampah di Jepara.

“Pada masa liburan Lebaran volume sampah meningkat cukup drastis. Kami memperkirakan produksi sampah yang terjadi mencapai 70 ton setiap harinya,” ujar Ashadi, Jumat (15/6/2019).

Jumlah tersebut menurut Ashadi berlaku untuk seluruh sampah yang masuk ke 3 TPA yang dimiliki Jepara. Masing-masing TPA Gemulung, TPA Krasak dan TPA Bandengan. Secara keseluruhan ada peningkatan sekitar 10 persen sepanjang masa Liburan Lebaran lalu.

Sedangkan pada hari biasa, masing-masing TPA menerima gelontoran sampah berkisar 4 sampai 10 ton setiap harinya. Rinciannya, untuk TPA Bandengan biasa mendapatkan kiriman sampah sebanyak 42,75 sampai 50 ton setiap harinya.

Lalu di TPA Gemulung sebanyak 6 sampai 7,5 ton setiap harinya. Sementara TPA Krasak mendapatkan kiriman sekitar 7,5 sampai 10,5 ton setiap hari.

Untuk mengatasi lonjakan sampah ini, TPA Bandengan akhirnya mengerahkan alat berat untuk menata tumpukannya.

Kenaikan volume sampah pada libur Lebaran ini menurutnya sudah menjadi rutinitas. Hal ini disebabkan karena jumlah manusia yang ada di Jepara meningkat. Baik karena sedang berwisata, maupun mereka yang pulang mudik.

Situasi yang sama menurut Ashadi juga biasa terjadi pada saat musim Baratan (angin kencang) tiba. Namun pada masa musim baratan, jenis sampah yang datang biasanya berupa kayu dan sampah organik yang berat dan basah. Berbeda dengan masa libur Lebaran yang lebih banyak didominasi sampah plastik.

Sementara itu, bagi beberapa pihak, peningkatan sampah plastik di TPA Bandengan, benar-benar memberi berkah. Para pengumpul sampah plastik mendapatkan rezeki nomplok. Mereka dalam waktu sepekan saja sudah bisa mendapatkan plastik lebih banyak daripada biasanya.

Banyaknya sampah yang terkumpul membuat pendapatan mereka naik dari hari biasanya. Meski hanya berlangsung sekitar satu pekan saja, berkah ini tetap mereka syukuri.

Jika biasanya hanya bisa mendapatkan Rp 50 ribu sehari, maka pada sepekan masa libur Lebaran, pendapatan mereka naik menjadi Rp 75 ribu sehari.

“Saya bisa mendapatkan sampai 5 ton dalam waktu sekitar 7 hari. Biasanya hanya dapat 3 ton saja dalam waktu yang sama. Alhamdulilah berkah Lebaran,” ujar Dayat, salah seorang pemulung sampah di TPA Bandengan.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.