Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Picu Pendangkalan, Sampah di Sungai Tayu Bikin Nelayan Cukrik Sulit Melaut

MURIANEWS.com, Pati – Sungai di wilayah Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Pati yang menjadi hilir mudik perahu cukrik para nelayan, sudah lama mengalami pendangkalan. Bahkan saat ini, banyak nelayan yang tidak bisa melaut lantaran perahu kandas di pinggir sungai.

Bagaimana tidak, pada musim kemarau kondisi air di sungai mengalami penyusutan. Sehingga perahu tidak bisa ke luar dari dermaga yang berimbas pada kurangnya mendapatan para nelayan.

Tidak hanya nelayan, para petani tambak di desa setempat juga merasakan langsung dampaknya. Sebab, air tidak bisa masuk ke tambak sehingga petani tidak bisa memproduksi tambaknya.

“Itu kalau musim kemarau, kalau musim hujan yang kami khawatirkan justru limpasan air sungai ke pemukiman warga. Tetapi untuk aktivitas melaut, justru lebih baik saat musim hujan,” kata Kepala Desa Sambiroto, Sulistiono, Jumat (14/6/2019).

Menurut dia, salah satu penyebab utama pendangkalan di sungai ini adalah persoalan sampah. Jalur sungai itu sendiri meliputi beberapa kecamatan, seperti Cluwak, dan Gunungwungkal. Sedangkan muaranya ada di Tayu.

Sampah dari kecamatan-kecamatan tersebut yang dibuang ke sungai terbawa ke arah Tayu, dan menyebabkan semakin parahnya sedimentasi.

“Penyebab pendangkalan sungai yang paling utama memang banyaknya sampah. Kami juga sudah mengimbau kepada warga agar tidak sembarangan membuang sampah. Tetapi tetap saja ada sampah dari wilayah lain,” ujarnya.

Tahun 2009 lalu, para nelayan juga sempat melakukan iuran untuk melakukan pengerukan sampah agar arus lalu lintas perahu bisa lancar. Tetapi, itu tidak berlangsung lama dan sungai kembali mengalami pendangkalan.

“Pendangkalan ini sangat menghambat perekonomian para nelayan. Kami harap ada perhatian dari Balai Besar Wilayah Sungai untuk mengatasi masalah ini,” harapnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...