MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jaksa Belum Siap, Pembacaan Tuntutan Kasus Mafia Bola Ditunda

0 29

MURIANEWS.com, Banjarnegara – Sidang lanjutan kasus mafia bola (pengaturan skor) dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Banjarnegara, Kamis (13/6/2019) ditunda. Penyebabnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum siap dengan tuntutannya.

Alhasil, sidang harus ditunda selama sepekan, dan dilaksanakan pada Kamis (20/6/2019) pekan depan.

Sidang yang melibatkan enam terdakwa tersebut dilaksanakan secara bergantian di dua ruang terpisah.

Sidang dengan terdakwa mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto alias Mbah Pri dan anaknya Anik Yuni Artikasari alias Tika disidang bersamaan di di Ruang Cakra yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Heddy Belyandi.

Awalnya, Ketua Majelis Hakim Heddy Belyandi meminta sidang ditunda hingga Selasa (18/6/2019) karena masih banyak agenda yang harus dikerjakan. Namun setelah dilakukan negosiasi, akhirnya majelis hakim menyetujui sidang ditunda hingga Kamis.

“Seharusnya (tuntutan) disiapkan jauh-jauh hari. Sidang ditunda hingga hari Kamis (20/6/2019), jangan ditunda-tunda lagi,” kata Heddy Belyandi seperti dilansir Antara.

Di ruang yang sama, Ketua Majelis Hakim Heddy Belyandi memimpin sidang kasus mafia bola dengan terdakwa anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih.

Namun, sidang dengan agenda pembacaan tuntutan tersebut sempat tertunda beberapa menit karena penasihat hukum terdakwa masih mengikuti sidang kasus mafia bola dengan tiga tersangka lainnya di Ruang Kartika, PN Banjarnegara.

Setelah menunggu beberapa menit, sidang lanjutan kasus mafia bola dengan terdakwa Mbah Putih pun dimulai. JPU juga belum siap dengan tuntutannya, sehingga sidang ditunda hingga Selasa (18/6/2019).

Sementara di Ruang Kartika, Majelis Hakim PN Banjarnegara yang diketuai Rudito Surotomo memimpin sidang dengan agenda pembacaan tuntutan dengan tiga terdakwa. Yakni Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI Tjan Lin Eng alias Johar Lin Eng, Direktur Penugasan Wasit PSSI Mansyur Lestaluhu alias Bang Mansur, dan wasit pertandingan Nurul Safarid.

Dalam sidang yang digelar secara bergantian tersebut, Ketua Majelis Hakim Rudito Surotomo juga memutuskan sidang ditunda hingga Selasa (20/6/2019). Penyebabnya juga sama, karena JPU belum siap dengan tuntutannya.

Juru Bicara PN Banjarnegara Fitria Septriana menyebut, penundaan sidang tersebut disebabkan rencana tuntutan yang akan diajukan JPU belum turun dari Kejaksaan Agung.

Ia mengakui penundaan sidang dengan agenda pembacaan tuntutan tersebut berdampak pada jadwal persidangan karena menjadi mundur semua. Padahal, kata dia, PN Banjarnegara menargetkan putusan sidang kasus mafia bola dengan enam terdakwa tersebut dapat dilakukan pada tanggal 11 Juli 2019.

“Insya Allah, kami usahakan jadwalnya tetap diputus tanggal 11 Juli 2019. Jadwal tetap sepekan dua kali, Selasa dan Kamis. Sekarang tinggal tuntutan, pledoi, kalau seandainya ada tanggapan dari JPU, tanggapan dari penasihat hukum, begitu,” tuturnya.

Sementara Ketua Tim JPU Taupik Hidayat mengakui jika tuntutan terhadap enam terdakwa kasus mafia bola tersebut belum siap karena masih dikonsultasikan dengan Kejaksaan Agung.

“Kita perlu konsultasi, rencana tuntutannya belum siap. Ini (rencana tuntutan) kan dari Kejaksaan Agung, Insya Allah tanggal 20 Juni 2019 kita bacakan,” pungkasnya.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Antara

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.