Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini Filosofi dan Mitos Larung Sesaji di Sungai Tayu Pati

0 1.302

MURIANEWS.com, Pati – Setiap tradisi mempunyai filosofi dan mitos tersendiri. Begitu juga tradisi larung sesaji di Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Pati, yang mempersembahkan kepala kerbau, Kambing dan ayam putih mulus ke muara laut utara.

Kepala Desa Sambiroto Sulistiono mengatakan, tradisi larung sesaji sendiri sudah berlangsung sejak 1950-an silam. Yang memulai adalah Wedono, salah satu nelayan di desa setempat.

Awalnya, Wedono dulu menyembelih kerbau setiap Lebaran Ketupat. Kepala dan kaki kerbau dilarungkan ke muara laut sebagai bentuk rasa syukur atas kekayaan laut yang sudah diberikan.

“Mulai saat itu, kemudian warga selanjutnya melestarikan dan mempertahankan tradisi larung tersebut hingga saat ini,” katanya, Kamis (13/6/2019).

Filosofinya sendiri, lanjut Sulistiono, adalah sebagai bentuk rasa syukur para nelayan. Selain itu juga sebagai simbol inti dari kehidupan manusia. Dengan melarung kepala kerbau itu ke laut, filosofinya membersihkan inti kehidupan manusia dengan air bumi yang suci.

“Ritual larung sesaji ini merupakan simbol menyatunya alam semesta dengan manusia. Sebagai sarana memuji syukur pada semua bentuk kekuasaan Tuhan,” jelasnya.

Baca: Larung Kepala Kerbau, Lomban Kupatan Tayu Dibuka Wakil Bupati Pati

Sementara mitosnya sendiri, konon apabila larung sesaji ini tidak dilakukan oleh warga setempat, maka akan terjadi marabahaya. Bisa saja saat nelayan melaut, mereka tidak membawa pulang hasil apapun.

“Kalaupun tidak berdampak secara langsung ke nelayan, biasanya malah berdampak ke kepala desa. Maka kami selalu mengadakan larung ini,” tandasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.