MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tinjau Jalan Rusak di Pekalongan Ganjar Diomeli Warga, Begini Akhirnya

0 2.649

MURIANEWS.com, Pekalongan – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau kondisi Jalan KH Samanhadi, Kota Pekalongan, Rabu (12/6/2019). Jalan yang menghubungkan antara Kota Pekalongan dengan Kabupaten Pekalongan itu dalam kondisi rusak.

Ganjar meninjau jalan di Kelurahan Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kota Pekalongan itu, lantaran mendapatkan keluhan dan laporan dari warga terkait kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki. Namun, baru saja sampai Ganjar langsung diomeli warga.

Warga ini marah karena menilai pemerintah lamban dalam mengatasi permasalahan jalan tersebut. Selain itu, warga juga mengeluhkan rob yang sering menggenangi permukiman.

“Gimana ini Pak Gubernur? Tanggung jawab pemerintah mana? Jalan hanya diuruk batu. Saluran air penuh sampah. Rob juga terus menggenangi permukiman kami,” kata salah satu warga dengan nada meninggi.

Warga itu juga mengeluhkan sampah di saluran sungai dan minta pemerintah membuatkan saluran permanen.

Mendapati omelan warga ini, Ganjar tak ikutan marah. Ia mencoba menenangkan warga tersebut, dengan memberikan sejumlah penjelasan.

Ngko sek, ngko sek (Nanti dulu, nanti dulu). Aku mrene kuwi ngecek, kerono entuk laporan, dalane diuruk sementara (Saya ke sini ngecek, karena dapat laporan, jalannya diuruk sementara). Soale butuh nggawe tanggul (Soalnya butuh bikin tanggul). Aja langsung nesu (Jangan langsung marah),” jawab Ganjar.

Ia juga mengajak warga yang marah tersebut tersenyum, sehingga tak larut dalam amarah. Menurut dia, berbagai persoalan tak akan bisa diselesaikan hanya dengan marah-marah semata.

“Cara menyelesaikan masalah itu dengan musyawarah, bukan marah-marah. Coba njenengan tersenyum, mesti ora isa (mesti tidak bisa). Sing neng pikirane njenengan (Yang di pikiran Anda) negatif terus. Sampah itu njenengan ra gelem njupuki to (Anda tidak mau membersihkan, kan)?” tutur Ganjar sembari menepuk pundak warga itu.

Ganjar mengatakan, warga yang tinggal di kawasan itu memang sering mengeluhkan jalan maupun permukiman yang tergenang akibat rob dan limpasan air dari Sungai Widuri Pacar. Saat ini, pembangunan talud sungai tengah berproses, sehingga jalan baru diuruk sementara.

Alhamdulillah, Pemerintah Kota dan Kabupaten Pekalongan sudah bertemu, tinggal dimusyawarahkan. Warga dan instansi terkait. Mencari solusi terbaik. Mau relokasi atau bagaimana,” katanya.

Cara Ganjar yang kalem itu ternyata membuahkan hasil. Warga itu mau diajak tersenyum dan mengedepankan musyawarah ketimbang marah-marah.

Ganjar juga menjelaskan kepada warga, penyebab rob salah satunya karena penurunan permukaan tanah. Pembuatan tanggul pun mungkin bukan menjadi solusi jangka panjang. Yang dibutuhkan, adalah koordinasi atau musyawarah antara warga, lurah, camat, bupati dan wali kota harus dilakukan.

“Warga meminta dibuatkan saluran, tetapi saluran yang ada justru menjadi tempat pembuangan sampah,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan Lurah Karangjompo Anita Fatmawati. Menurut dia, keluhan dan aspirasi dari warga sudah disampaikan, sehingga bisa mendapat prioritas.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.