MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sungai Blaru Pati Penuh Sampah Plastik, Salah Siapa?

0 110

MURIANEWS.com, Pati – Kondisi sungai di Desa Blaru, Kecamatan Pati, sangat memprihatikan. Banyak sampah plastik yang mengapung di sungai, hingga membuat kumuh dan bau.

Padahal, di sepanjang sungai sudah terdapat imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Warga sekitar tak mau disalahkan atas menumpuknya sampah di sungai ini. Alasannya, mereka tak pernah membuang sampah ke sungai. Terlebih, di setiap bulannya ada iuran untuk kebersihan sampah.

Mereka juga menyebut, banyaknya sampah yang mengapung di Sungai Blaru itu merupakan sampah kiriman dari hulu. Serta sampah yang dibuang oleh warga yang melintas.

“Kadang juga ada warga yang melintas dan dengan tiba-tiba melemparkan sampah ke arah sungai. Kalau dari warga sini sama sekali tidak pernah melakukan hal itu. Sampah-sampah yang sudah mengendap ini sudah lama ada,” ujar salah satu warga Blaru yang enggan menyebut namanya.

Ia juga khawatir, jika sampah itu tidak segera dibersihkan, akan mengakibatkan aliran tersumbat lebih lama, sehingga berimbas pada meluapnya air sungai.

“Semoga warga sadar dan tidak membuang sampah di area sungai ketika melintas. Karena kondisi ini akan berakibat buruk bagi kami, warga di sekitar sungai. Memang perlu adanya koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi masalah sampah tersebut,” harapnya.

Menanggapi hal ini, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati, Tulus mengaku akan serius menangani permasalahan tercemarnya sungai yang ada di beberapa wilayah. Khususnya di Desa Blaru yang baru-baru ini menjadi pusat perhatian.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pencegahan memalui poster yang sudah di pasang di pinggir jembatan Desa Blaru.

“Untuk sampah sudah ada kegiatan-kegiatan seperti penyuluhan kepada masyarakat. Memang kami belum fokus pada salah satu aliran sungai yang tercemar. Ke depan kita sudah memikirkan untuk sungai-sungai yang utamanya di daerah perkotaan Pati,” ujarnya, Rabu (12/6/2019).

Menurutnya, Pati sudah 12 kali mendapatkan Adipura. Sehingga, di berbagai sektor harus benar-benar sesuai dengan apa yang menjadi kategori dalam penghargaan tersebut.

Lebih dari itu, program kali bersih memang sudah diarahkan untuk sungai yang berada di kawasan perkotaaan.

“Upaya yang kita lakukan sudah ada, yaitu berupa papan imbauan. Tapi aliran air ini kan menyangkut beberapa desa, jadi tidak bisa di atasi dalam satu desa saja. Kita juga harus melibatkan beberapa desa yang ada di wilayah atas,” imbuhnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.