Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Wisatawan Libur Lebaran ke Jateng Membeludak, Tarif Ngepruk Jadi Persoalan

0 277

MURIANEWS.com, Semarang – Sejumlah objek wisata unggulan di Jawa Tengah mengalami kenaikan kunjungan pada libur Lebaran tahun ini. Pemerintah mencatat kenaikannya mencapai 40 persen dibanding hari biasa.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng Sinung Nugroho Rachmadi menilai peningkatan itu cukup fantastis dan melampaui prediksi. Pihaknya memprediksi kenaikannya sekitar 25 persen.

“Tapi ternyata dari pantauan dan laporan yang masuk sementara ini, kenaikan di masing-masing objek wisata di Jateng mencapai 40 %,” katanya.

Sementara destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi adalah wisata alam. Seperti di Solo, Wonosobo, Tegal, Magelang, Banyumas, Jepara, Tegal, Semarang dan daerah lain.

“Soalnya sekarang ini sudah menjadi tren, bahwa masyarakat lebih senang kembali ke alam. Sehingga wisata alam seperti dataran tinggi, pegunungan, air terjun, sungai, pantai, danau dan lainnya menjadi lokasi favorit untuk berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan itu, lanjut Sinung, menjadi prestasi tersendiri. Meski demikian, kata dia, masih ada bahan evaluasi dari meningkatnya kunjungan wisata pada libur Lebaran tahun ini.

Evaluasi tersebut terjadi dengan adanya komplain dari sejumlah wisatawan terkait tarif di beberapa lokasi wisata yang mahal, baik tarif tiket maupun kuliner.

“Padahal saya sudah mewanti-wanti pengelola wisata dan para pedagang kuliner untuk tidak ngepruk atau menaikkan tarif terlalu tinggi. Naik boleh asal wajar dan pantas,” terangnya.

Ia menyebut, sudah ada beberapa laporan yang masuk ke pihaknya terkait tarif yang tidak wajar. Kasus yang paling mencolok adanya salah satu pedagang kuliner yang menerapkan tarif terlalu tinggi pada konsumennya.

Kepada pedagang itu, pihaknya mengaku sudah mengambil tindakan berupa peringatan dan edukasi.

“Sudah kita ingatkan dan diberikan edukasi. Bahkan kami mengatakan akan ada sanksi kalau nekat mengulanginya lagi. Ke depan kami akan komunikasi dengan sejumlah paguyuban kuliner di seluruh Indonesia untuk bisa bersama mendukung pariwisata di Jateng,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.