MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Java Balloon Festival di Pekalongan Meriah, Rebutkan Hadiah Rp 70 Juta dan Paket Umrah

0 48

MURIANEWS.com, Pekalongan – Java Balloon Festival yang digelar di Stadion Hoegeng Pekalongan, Rabu (12/6/2018) berlangsung meriah. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Jika tahun lalu hanya diikuti 38 peserta, tahun ini ada 105 peserta yang ikut serta dengan menampilkan balon-balon udara unik dan lucu. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membuka even ini.

Ada berbagai macam balon udara yang ditampilkan. Mulai dari yang mengangkat ciri khas Pekalongan dengan motif batiknya, hingga balon udara berbentuk tokoh kartun bus Tayo raksasa.

Antusias masyarakat juga cukup tinggi. Terlebih hadiah yang disiapkan panitia juga cukup menggiurkan. Yakni uang tunai Rp 70 juta hingga paket umrah gratis.

Hari, salah seorang peserta mengaku sangat antusias mengikuti festival ini. Maka dia bersama 10 kawannya berjibaku menyiapkan kreasi balon seindah mungkin selama dua Minggu.

“Siapa tahu dapat hadiah kan lumayan. Ini balonnya sudah terbang dari pukul 05.00 WIB. Harapannya, semoga kegiatan ini ada terus setiap tahun dan hadiahnya ditambah,” katanya.

Masyarakat memadati festival balon udara di Stadion Hoegeng Pekalongan. (MURIANEWS.com)

Sementara itu, Ganjar Pranowo yakin pelaksanaan salah satu tradisi syawalan ini bisa jadi jujugan pariwisata di Kota Pekalongan. “Ini ada destinasi wisata baru di Kota Pekalongan. Karena semua balonnya menarik, kreasinya bagus-bagus dengan ciri khas Pekalongan,” kata Ganjar.

Selain kreasi balon, yang membuat Ganjar terpukau pada Java Balon Festival adalah semangat dari warga. Keguyuban masyarakat, dinilainya bukan hanya tampak ketika membuat, namun juga ketika hadir untuk menerbangkan balon.

Karena semua peserta mengenakan kostum-kostum yang unik, bahkan didukung pula dengan supporter masing-masing.

“Di Wonosobo juga ada tradisi seperti ini. Nah, jika semua tempat melakukan tradisi dengan kreasi seperti ini akan mampu memajukan wilayahnya,” ujarnya.

Ganjar menyebut, festival balon ini merupakan hasil koordinasi dengan Manteri Perhubungan, karena adanya larangan menerbangkan balon udara dengan alasan keselamatan penerbangan.

Menurut dia, di Pekalongan dan Wonosobo punya tradisi menerbanagkan balon udara saat Syawalan. Bahkan ada balon terbang yang sengaja diberi petasan untuk menarik perhatian.

“Di satu sisi penerbangan balon itu sebagai tradisi, namun di sisi lain balon yang terbang itu membahayakan penerbangan. Bahkan petasan yang ditaruh itu juga membahayakan. Karena pernah ada kejadian petasannya menggunakan gas tabung, membahayakan yang di bawah bahkan pernah menimbulkan kebakaran,” paparnya.

Karena ada sisi yang membahayakan penerbangan, AirNav segera mengambil langkah cepat. Namun tidak serta merta menghapus tradisi tersebut.

Dirut AirNav, Novie Riyanto Rahardjo mengatakan, kompromi yang diambil akhirnya balon tetap diterbangkan namun tidak diliarkan, tetap ditambat di tanah.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018 tantang penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat.

“Oleh karena itu, kami memfasilitasi masyarakat Pekalongan dengan menggelar Festival Balon tambat (tali). Tradisi tetap berjalan, namun penerbangan tetap aman,” ucapnya.

Pada tahun awal dilaksanakan festival tersebut pada tahun lalu, gaung balon tambat memang belum moncer dan menarik minat masyarakat.

Untuk itu, AirNav memutuskan memberi stimulan. Jajaran pemerintah dilibatkan, hadiah disiapkan dan masyarakat dikumpulkan.

“Pada festival ini akan menyediakan hadiah Rp 70 juta, paket umrah, tiket pesawat, dan beragam doorprize,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.