MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kirab Budaya Bulusan, Bupati dan Wakil Bupati Kudus Beri Makan Kura-Kura

0 228

MURIANEWS.com, Kudus – Kirab budaya bulusan yang digelar warga Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Rabu (12/6/2019) berangsung meriah. Tradisi yang diperingati setiap tanggal 8 Syawal itu sebagai bentuk untuk menghormati atau haul Mbah Dudo.

Turut hadir dalam kirab budaya tersebut Bupati dan Wakil Bupati Kudus, HM Tamzil dan HM Hartopo, pejabat daerah di lingkungan pemerintah Kabupaten Kudus, unsur Muspika Kecamatan Jekulo, Kades Hadipolo, serta ribuan masyarakat.

Proses kirab dimulai dari SD 4 Hadipolo kemudian berjalan sekitar satu kilometer menuju kompleks makam Mbah Dudo. Dalam kirab tersebut diikuti oleh sembilan peserta yang berasal dari masing-masing RT di Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo.

Bupati dan Wakil Bupati Kudus pun tak ketinggalan untuk ikut kirab tersebut. Kedatangan orang nomor satu di Kota Kretek itu disambut tokoh masyarakat setempat dan dua orang penari kretek. Selanjutnya Bupati dan Wakil Bupati Kudus berjalan menuju kompleks makam Mbah Dudo sambil menyapa masyarakat yang hadir.

Bupati dan Wakil Bupati Kudus, HM Tamzil dan Hartopo saat memberikan makan bulus di kompleks makam Mbah Dudu turut Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo, Rabu (12/6/2019). (MURIANEWS.com/Dian Utoro Aji)

Di komplek Makam Mbah Dudo, Bupati dan Wakil Bupati Kudus berkesempatan untuk memberikan makan bulus (kura-kura). Proses makani bulus digelar setiap tahunnya. Langkah itu dipercaya dapat dapat membawa berkah.

Bupati Kudus HM Tamzil dalam sambutannya mengucapkan mohon maaf lahir batin kepada masyarakat. Apalagi masih suasana Idul Fitri.

“Sudah menjadi tradisi bahwa tujuh hari setelah merayakan Idul fitri ada Syawalan atau bodo kupat. Tidak hanya digelar di sini, tetapi digelar di beberapa tempat. Alhamdulillah saya bisa hadir disini,” katanya.

Tamzil memberikan apresiasi kepada pihak desa yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Apalagi menurutnya, tradisi bulusan ini sudah ada sejak lama. Sudah turun temurun dari zaman wali hingga zaman sekarang.

“Tadi saya berkesempatan memberikan makan bulus. Tradisi makanan bulus ini sudah turun temurun. Kupat lepet tadi  dilahap. Dua gigitan sudah cukup. Itu asli sini. Bentuk bulusnya agak lain yang ada di lain daerah,” ungkapnya.

Dengan begitu, Bupati Kudus itu berharap untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya leluhur yang masih ada hingga sekarang. Tamzil berharap ke depan kegiatan ini dapat memberi semangat kepada masyarakat. Supaya warga sekitar bahkan tidak hanya dari Kudus untuk datang ke ikut merayakan festival bulusan tersebut.

“Mari kita uri-uri budaya ini. Kedepan agar tradisi semacam ini tetap dilestarikan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Hadipolo Wawan Setiawan mengatakan, hari kedua pelaksanaan festival digelar dengan mengadakan kirab budaya. Kirab budaya dimulai dari depan SD 4 Hadipolo kemudian berjalan menuju kompleks makam Mbah Dudo.

“Diikuti sembilan RT yang ada di dukuh Sumber. Ini khusus disini dukuh Sumber saja. Temanya gebyar budaya Bulusan. Dibanding tahun lalu, tahun ini bulusnya lebih besar, lalu pesertanya lebih banyak,” tambahnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.