MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hanya Sedikit Produk UMKM Pati Bisa Masuk Toko Modern Berjejaring

0 100

MURIANEWS.com, Pati- Meskipun sudah ada kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dengan pemilik toko modern berjejaring agar produk UMKM ditampung sebanyak 20 persen, namun sampai saat ini hanya sedikit yang mampu masuk di toko modern tersebut.

Hal ini disebabkan bebera faktor. Mulai dari persyaratan yang dinilai ribet, hingga model pengemasan yang dianggap belum sesuai standar toko modern. Selain itu, jenis produk yang bisa masuk juga tidak sembarangan.

Budi Susanto, salah satu pelaku UMKM Pati mengakui hal tersebut. Sebagai pihak yang tengah menekuni usaha kopi bubuk, ia mengaku menginginkan pasar yang lebih modern. Namun banyak kendala untuk bisa mengaksesnya.

“Persyaratannya memang agak ribet, seperti harus punya kemasan yang memadai dan harus sudah punya PIRT,” katanya, Selasa (11/6/2019).

Selain itu, lanjut Budi, ketika semua kemasan sudah disesuaikan dengan standar toko modern dan perizinan sudah ada, barang tidak bisa langsung dipasarkan. Masih ada seleksi lebih lanjut dari pihak pengelola toko modern.

“Jadi, tidak semuanya bisa masuk. Tapi ada juga produk teman- teman yang sudah berhasil masuk dan dipasarkan di Indomaret maupun Alfamart,” ujarnya.

Dari pantauan MURIANEWS.com, di toko modern seperti Indomaret dan Alfamart, memang sudah ada rak khusus untuk produk UMKM Pati. Tetapi hanya ada beberapa jenis produk saja.

Rata-rata yang dipajang di rak adalah produk UMKM yang memang khas dan banyak peminatnya. Sepeeti keripik, kerupuk dan berbagai makanan ringan lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Ahmad Kurnia mengatakan, memang ada beberapa persyaratan agar produk UMKM bisa masuk di toko modern berjejaring. Salah satunya adalah kemasan dan sertifikasi halal.

Dia juga menyebut, pihaknya sudah beberapa kali memberikan pembinaan kepada UMKM agar produknya mampu menembus toko modern. Bahkan pelatihan khusus untuk desain kemasan juga sudah pernah dilakukan.

“Kami juga sudah memberikan pelatihan branding. Mereka semua sudah tahu kalau masuk di toko modern itu ada syaratnya,” ujarnya.

Selain itu, UMKM juga harus terdaftar terlebih dahulu, untuk bisa memasukkan produknya ke toko modern. ”Harus terdaftar (di Dinkop) karena UMKM juga harus punya IUMK,” tandasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.