Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Lomban di Jepara Bakal Libatkan Ratusan Kapal, Ini Rangkaian Acaranya

0 1.568

MURIANEWS.com, Jepara- Tradisi Pesta Lomban di Jepara seperti biasa akan digelar sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri. Untuk tahun ini, pelaksanaannya akan jatuh pada Rabu (12/6/2019) besok.

Masyarakat Jepara, khususnya di Ujung Batu Jepara yang menjadi tuan rumah tradisi ini, sudah bersiap-siap menyambutnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jepara, Sudiyatno menyatakan  tradisi Pesta Lomban akan dilakukan seperti biasanya. Pada Selasa (11/6/2019), prosesinya sudah akan dimulai.

Diawali dengan pengarakan kerbau yang akan disembelih, dimulai dari Ujung Batu ke tempat pemotongan hewan. Pada malam harinya akan digeber pertunjukan wayang kulit hingga pagi.

Prosesi puncak pelarungan kepala kerbau akan digelar pada Rabu (13/6/2019) pagi,  ke perairan Jepara.

Pelarungan kepala kerbau menurut Sudiyatno adalah bagian dari rasa syukur masyarakat nelayan atas reeki yang diberikan oleh laut. Tradisi ini menurut dia bukanlah bentuk kesyirikan, namun hanya sebatas perlambang saja.

“Tidak ada maksud kami berbuat syirik. Kami tidak melakukan hal-hal syirik. Semua ini adalah wujud syukur para nelayan. Bagaimanapun mahluk di lautan yang menjadi sumber kehidupan kami, juga harus kami hargai. Caranya ya seperti itu,” ujar Sudiyatno, Senin (10/6/2019).

Selanjutnya, Sudiyatno menyatakan, sesuai dengan rencana yang sudah disusun, nantinya akan ada 156 kapal yang akan ikut berpartisipasi. Jumlah ini adalah jumlah yang terdaftar di Panitia Penyelenggara.

Dipastikan kapal-kapal dari masyarakat di luar kepanitian juga akan ada banyak yang ikut serta dalam prosesi pelarungan kepala kerbau ini.

Kapal-kapal yang terdaftar menurut Sudiyatno akan mendapatkan bantuan solar dari Pemkab Jepara. Anggaran yang sudah disampaikan adalah Rp 12 juta. Sedangkan kapal-kapal atau perahu di luar itu, harus berswadaya.

“Masyarakat nelayan di sekitar Jobokuta, Ujung Batu dan Demaan sudah kami data yang akan terlibat dalam prosesi ini,” tambah Sudiyatno.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menyatakan siap melakukan langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkian di arena Pesta Lomban. Masalah cuaca tetap akan menjadi salah satu yang akan mendapatkan perhatian.

BPBD Jepara sudah melakukan monitoring terkait situas cuaca di perairan Jepara dalam beberapa hari terakhir. Secara keseluruhan cuaca masih dalam kondisi relatif aman. Meski demikian, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BMKG.

“Kemarin kami sudah monitor, ketinggian ombak antara 0,5 meter hingga 1 meter. Terutama di tengah-tengah antara Pantai Kartini dan Pulau Panjang. Jadi memang perlu dipastikan lagi. Soal laik tidaknya dilakukan pelayaran, nanti Syahbandar yang akan memutuskan,” terangnya.

Selain itu, kelaikan kapal dan perahu yang terlibat juga harus dipastikan kelaikannya. Kemudian kepastian mengenai batasan jumlah penumpang dan ketersediaan peralatan penyelamat (pelampung) yang harus sesuai dengan jumlah penumpang.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.