Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jelang Lebaran Ketupat, Pedagang Janur Mulai Marak di Kota Purwodadi

0 57

MURIANEWS.com, GroboganMeski lebaran ketupat masih beberapa hari lagi namun sejumlah pedagang janur mulai menjajakan barang dagangannya di sekitar pasar Induk Purwodadi. Sebagian besar, pedagang janur itu berasal dari luar kota, seperti Pati, Boyolali, Blora dan Demak.

Banyaknya pohon kelapa di Grobogan yang mati akibat hama menjadikan daerah ini dianggap sebagai pasar potensial oleh pedagang janur.

“Saya sudah bertahun-tahun jualan janur di Purwodadi. Dibandingkan di daerah lain, penjualan janur disini lebih menguntungkan,” ungkap Widodo, pedagang janur asal Pati.

Pedagang janur dari luar kota itu umumnya sudah punya langganan tetap. Yakni, para pedagang janur lokal musiman yang menjual secara eceran. Oleh sebab itu, begitu datang, janur yang mereka bawa langsung diambil para pelanggan.

Harga yang ditawarkan berkisar Rp 800 ribu per ikat yang berisi 1.000 lembar janur atau Rp 800 per helai. Sementara harga blarak atau daun kelapa yang sudah agak tua berkisar Rp 700 ribu per ikat. Sedangkan hargalongsongan atau daun kelapa yang sudah dianyam berbentuk ketupat ditawarkan Rp 9 ribu per ikat yang berisi 10 longsongan atau Rp 900 per longsong.

“Harga janur, blarak dan longsongan saat ini ada sedikit kenaikan dibandingkan tahun lalu,” imbuh Rumini, pedagang janur lainnya.

Beberapa pedagang menyatakan, harga janur memang boleh dibilang cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu antara lain disebabkan, cukup sulitnya mencari bahan baku karena bersamaan dengan musim kemarau. Kondisi ini menyebabkan tidak semua pohon kelapa menghasilkan daun yang bisa dipakai membuat ketupat.

Penyebab lainnya, kata para pedagang, naiknya biaya transportasi kendaraan. Naiknya ongkos ini menyebabkan mereka harus ikut menyesuaikan harga jual janur agar bisa mengambil keutungan lebih.

“Satu lagi, banyaknya hama kwangwung (Kumbang) juga menyebabkan naiknya harga janur. Sebab, banyak pohon kelapa yang daunnya habis dimakan binatang ini. Janur yang saya jual ini kita datangkan dari Salatiga,” imbuh Suliyati, pedagang janur lainnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.