Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bentrok di Trangkil Pati yang Tewaskan 1 Orang, Pemuda Guyangan: Kami Diserang

0 5.169

MURIANEWS.com, Pati – Ketua Pemuda Desa Guyangan, Kecamatan Trangkil, Pati, Abu Mahmud angkat bicara soal bentrok yang terjadi di malam takbiran, Rabu (5/6/2019) dini hari, hingga menyebabkan satu pemuda tewas dan empat lain luka-luka. Ia mengklaim pemuda desanya diserang pemuda Desa Kertomulyo, Kecamatan Trangkil.

Pihaknya juga mempersoalkan penyerangan tersebut. Pasalnya, akibat kejadian itu pemuda di desanya yang menjadi korban.

Ia menceritakan, pada saat itu, sekitar 20-an pemuda Desa Guyangan sedang mengadakan acara bakar ayam dan bebek untuk “mayoran” (pesta). Menurutnya, kegiatan itu dilakukan setiap tahun, sebagai bentuk temu kangen antara pemuda perantauan dengan pemuda di kampung.

Ketika pemuda Desa Guyangan sedang asyik ngobrol dan sambil bercanda tawa, tiba-tiba datang dua orang pemuda dari Desa Kertomulyo. Dua pemuda ini lewat dengan menggeber suara motor.

Menurut dia, para pemuda Desa Guyangan pun kemudian menasehati dua pemuda itu agar tidak melakukan tindakan tersebut, karena mengganggu.

“Tidak ada maksud apa-apa. Kami hanya menasehati mereka agar tidak mblayer (mengeraskan suara motor) di hadapan kami,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (6/6/2019).

Usai dinasehati, dua pemuda itu pergi. Namun, selang 30 menit kemudian, datang sekitar 30-an pemuda yang diduga dari Desa Kertomulyo langsung menyerang para pemuda Desa Guyangan. Bahkan, menurut Mahmud, sebagian dari mereka ada yang membawa senjata tajam dan batu besar.

“Ada yang membawa celurit, pedang dan batu besar yang dilemparkan ke salah satu kawan kami hingga kakinya mengalami patah tulang,” terangnya.

Lebih lanjut, para pemuda Desa Guyangan yang tidak membawa senjata apa-apa, berusaha untuk menyelamatkan diri. Namun, karena para pemuda Desa Kertomulyo ada yang membawa senjata tajam, korban pun tak terelakkan.

“Sebenarnya kami tidak tawuran, tetapi kami diserang. Kami juga tidak persiapan apa-apa, karena pada saat itu, kami hanya temu kangen dengan pemuda Desa Guyangan sambil bakar-bakar ayam dan bebek untuk “mayoran”. Itu rutin kami lakukan setiap tahun,” jelasnya.

Dirinya juga mengaku, sebelumnya para pemuda Desa Guyangan tidak ada permasalahan sedikitpun terhadap Pemuda Desa Kertomulyo. Pihaknya juga sudah berbicara kepada para pemuda Desa Kertomulyo atas permasalahan tersebut.

“Kami sudah berkomunikasi baik dengan pemuda Desa Kertomulyo. Kami sudah menyerahkan proses ini di kepolisian agar diurus sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tandasnya.

Informasi terakhir, tiga korban yang sebelumnya sempat kritis, saat ini sudah mulai membaik dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Soewondo.

Sebelumnya diberitakan, bentrokan antara pemuda Desa Guyangan dan Kertomulyo menyebabkan satu orang tewas, dan empat luka-luka.

Korban tewas diketahui bernama M Akhlis (25) warga Desa Guyangan RT 05 RW 02 Kecamatan Trangkil.

Sementara tiga korban yang sempat kritis yakni Munajat (18), Agus Amrunsyah (19), dan Ikmam Fikri (19). Ketiganya saat ini menjalani perawatan di RSUD Soewondo Pati.
Satu korban lain yakni Muhammad Sufaat (18) mengalami robek tangan kiri dan rawat jalan di RS As Suyutiyah, Trangkil.

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.