MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Terduga Pelaku Bom Kartasura Dipindah ke RS Bhayangkara Semarang

0 740

MURIANEWS.com, Semarang – Terduga pelaku bom bunuh diri di Pos Pengamanan Pertigaan Tugu Tani Kartasura dipindahkan ke Rumah Sakit Prof Awaludin Djamin atau RS Bhayangkara, Kota Semarang, Selasa (4/6/2019) pagi. Sebelum dibawa ke rumah sakit milik Polri ini, terduga pelaku juga sempat dirawat di tiga rumah sakit di Surakarata.

Beberapa saat usai ledakan, pelaku yang diketahui bernama Rofik Asharudin (22) warga Surakarta, Sukoharjo itu, dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Ia kemudian dirujuk ke RS Ortopedi sebelum dibawa ke RSUD Moewardi Solo.

Pagi hari tadi, teduga pelaku dikirim ke RS Bhayangkara Semarang dengan pengawalan ketat Densus 88 Antiteror serta Brimob Polda Jateng. Ia tiba di RS Bhayangkara pada pukul 05.30 WIB.

Sebelum dibawa masuk ruang IGD untuk perawatan medis lebih lanjut, pelaku terlihat dalam kondisi sadar dengan bagian tangan dan kaki dibalut perban.

IGD RS Bhayangkara Semarang tampak dijaga oleh beberapa polisi bersenjata lengkap dan berpakaian preman.

Polisi telah melakukan penggeledahan dan menyita sejumlah barang bukti di rumah pelaku bom bunuh diri yang beralamat di Kampung Kranggan Kulon RT01/RW02, Desa Wirogunan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Pelaku tinggal bersama kedua orang tua dan sehari-hari dikenal pendiam serta jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

Baca: Bom Bunuh Diri di Sukoharjo, Identitas Terduga Pelaku Terungkap

Sementara itu, Pos Pantau Polres Sukoharjo di simpang Kartasura yang diguncang ledakan Selasa pagi ini belum dioperasikan lagi.

Kepala Pos Pantau Kartasura Iptu Tri Mulyana mengatakan pos pengamanan tersebut belum bisa dioperasikan setelah terjadinya teror tersebut. “Masih akan ada olah tempat kejadian peristiwa,” katanya dilansir Antara.

Meski demikian, kata dia, petugas tetap melaksanakan tugasnya dalam rangka mengatur kelancaran arus lalu lintas di persimpangan yang mempertemukan kendaraan dari arah Solo, Semarang dan Yogyakarta itu.

Setelah kejadian pada Senin (3/6/2019) malam, kata dia, arus lalu lintas juga sudah kembali normal. Arus kendaraan di sekitar lokasi usai kejadian sempat dialihkan.

Sementara itu, petugas laboratorium forensik juga masih melakukan olah TKP untuk mencari tambahan barang bukti atau petunjuk yang ada di lokasi.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Antara

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.