MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ngaku Menjalani Laku Batin, Begini Penjelasan Keluarga Warga Jepara yang Dievakuasi di Puncak Songolikur

0 4.131

MURIANEWS.com, Jepara – Apa yang melatarbelakangi Nur Hasan (35), Warga Desa Srikandang, Bangsri, Jepara, tinggal di Puncak Songolikur, Gunung Muria, masih menjadi teka-teki. Nur Hasan sendiri saat tiba di Desa Tempur, usai dievakuasi belum bisa banyak bicara, karena kondisinya.

Saat pertama kali diketahui oleh beberapa pendaki asal Semarang, Nur Hasan sudah dalam kondisi lemas. Laki-laki paruh baya ini tinggal di sebuah gubuk yang terbuat dari plastik MMT bekas. Sementara tidak ada perlengkapan dan perbekalan yang dibawanya.

Menurut informasi, kepada para pendaki asal Semarang tersebut, Nur Hasan menyatakan sedang menjalani laku batin untuk 40 hari. Saat itu dia mengaku sudah tiga pekan hidup di Puncak Songolikur, Gunung Muria, yang memiliki ketinggian kurang lebih 1.603 M dpl (di atas permukaan air laut)

“Kawan-kawan dari Semarang mengabarkan, kondisinya sudah lemah. Diajak turun tidak mau. Pendaki asal Semarang ini kemudian mengabarkan ke BPBD Semarang yang kemudian meneruskan ke BPBD Jepara,” ujar Mohamad Zaenudin, petugas BPBD Jepara, Minggu (02/06/2019).

Baca Juga: Kondisi Memburuk saat Jalani Nazar Nyepi di Puncak Songolikur, Warga Srikandang Jepara Dievakuasi

Mendapat informasi tersebut BPBD Jepara lalu menggelar sebuah Operasi Penyelamatan. Di mulai dari dibukanya Posko Lapangan di Desa Tempur, operasi ini kemudian memberangkatkan dua Tim SRU. Terdiri dari relawan SAR dan petugas Medis, dua tim ini akhirnya berhasil mencapai lokasi survivor.

Meski lemah dan kedinginan, Nur Hasan saat ditemukan masih bisa memberikan keterangan mengenai dirinya. Berdasar keterangannya, survivor ini mengaku mempunyai famili atas nama Masyhudi di Desa Sirahan, Pati,  di sekitar MTs (Yayasan Darul Falah-Sirahan).

Sejumlah relawan BPBD Jepara melakukan evakuasi terhadap Nur Hasan, warga Bangsri yang mengalami kolap saat mencoba hidup di kawasan  Puncak Songolikur, Gunung Muria. (Dok BPBD Jepara)

“Berdasar informasi ini, saya bersama tim yang ada di Posko Desa Tempur, langsung mencari orang yang bernama Masyhudi ini. Akhirnya pak Masyhudi ini berhasil kami temukan,” jelas M. Zaenudin.

Dari sinilah akhirnya, identitas survivor berhasil dikuak. Ternyata survivor merupakan warga Desa Srikandang, Bangsri, Jepara. Setelah menghubungi pihak Pemerintah Desa, akhirnya ditemukan pihak keluarga survivor. Selanjutnya mereka dibawa ke Puskesmas Keling I, Jepara untuk dipertemukan dengan anaknya.

Lalu apakah, memang benar Nur Hasan tengah menjalani laku batin? Menurut M. Zaenudin, dari keterangan pihak keluarganya kemungkinan hal itu bukan menjadi latar belakang yang sebenarnya. Pihak keluarga menyebut, beberapa pekan terakhir Nur Hasan sempat ada masalah dengan keluarga.

“Soal menjalani laku batin atau tidak, kami tidak tau ya. Tapi yang jelas, pihak keluarga menyampaikan ada masalah keluarga yang dialami oleh survivornya. Apa masalah itu, sayangnya kami tidak tahu persis,” tambah M. Zaenudin.

Nur Hasan, diketahui sehari-hari bekerja sebagai tukang kayu. Saat ditemukan pendaki asal Semarang, kondisinya sudah lemah. Dia tidak membawa perlengkapan dan bekal apapun saat berada di Puncak Songolikur, Gunung Muria tersebut. Laki-laki berusia 35 tahun ini tinggal di sebuah gubug, yang terbuat dari plastik bekas.

Kepada para pendaki asal  Semarang dan petugas SAR yang mengevakuasinya, Nur Hasan mengaku sedang menjalani laku batin. Niatnya ia akan menyepi di Puncak Songolikur, hingga 40 hari lamanya. Sampai saat ditemukan, Nur Hasan mengaku sudah tiga pekan berada di Puncak Songolikur.

Terlepas benar atau tidak Nur Hasan melakukan laku batin, pihak keluarganya menyatakan beryukur, karena dia ditemukan. Nekad berada di puncak gunung tanpa peralatan dan perbekalan yang memadai, memang sebuah tindakan konyol yang berbahaya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.