MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Libur Lebaran Bikin Eksportir Mebel Jepara Putar Otak Penuhi Order

0 118

MURIANEWS.com, Jepara – Kalangan pengusaha mebeler yang berorientasi ekspor, harus bekerja ekstra keras untuk bisa memenuhi oredernya. Suasana Lebaran yang mulai menjelang, membuat pekerjaan-pekerjaan harus diselesaikan secepatnya.

Menurut Andang Wahyu Trianto, salah seorang pengusaha mebel di Jepara, Ramadan dan Lebaran kebetulan tepat bersamaan dengan penyelesaian order untuk semester pertama. Sehingga diperlukan sebuah strategi tepat bagi sebagian besar pengusaha untuk bisa memenuhi ordernya.

Suasana Ramadan dan libur Lebaran yang bertepatan di Mei dan Juni, momentumnya bertepatan pada saat order-order harus dipenuhi. Situasi ini mengharuskan para pengusaha untuk bisa mencermati secara rinci bagaimana harus menghadapinya.

“Libur Lebaran ini juga agak panjang. Untuk perusahaan (mebel) yang khususnya berorientasi pada ekspor, harus diakui menimbulkan tantangan cukup rumit. Bagaimana menyelesaikan order tepat waktu menjadi sebuah tantangan besar,” ujar Andang Wahyu Trianto, Sabtu (1/6/2019).

Selain itu, kebijakan pemerintah berkaitan dengan Lebaran, terkadang juga harus dipikirkan langkah antisipasinya. Misalnya saja, berkaitan dengan pembatasan waktu bagi truk kontainer yang akan digunakan untuk mengangkut produk.

Untuk Lebaran tahun ini, sudah ada informasi bahwa truk kontainer sudah tidak diizinkan lagi berada di jalan raya pada H-3 Lebaran. Tidak ayal, kebijakan ini akhirnya juga menjadi bagian dari faktor-faktor yang harus dipertimbangkan untuk mengambil strategi dalam menghadapi tantangan ini.

“Soal kontainer yang sudah harus off H-3 misalnya, ini harus memaksa para pengusaha untuk bisa segera menuntaskan pekerjaannya sebelum H-3. Bisa jadi patokan itu menjadi limit akhir bagi pengusaha untuk bisa mengirim barangnya ke luar negeri,” tambah Andang Wahyu Trianto.

Praktis dengan kondisi-kondisi seperti itu, para pengusaha akhirnya harus mati-matian untuk bisa menyelesaikan ordernya. Tidak jarang karena memang harus segera menyelesaikan order dan segera mengirimnya, para pengusaha bahkan harus memberlakukan jam lembur.

Resikonya, biaya menjadi bertambah banyak. Selain harus lembur, para pengusaha juga harus memikirkan kesejahteraan para pekerjanya, berkait dengan suasana Lebaran. Namun kemungkinan, persoalan-persoalan seperti ini, sudah teratasi.

“Untuk hari ini yang tepat menjelang H-3 Lebaran, sebagian besar pengusaha ekspor saya yakin sudah menyelesaikan ordernya. Jika belum, alamat harus bekerja ekstra keras,” tandas Andang Wahyu, yang juga Ketua Kadin Jepara ini.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.