Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pembentukan TPCB Kudus Terkendala SDM

MURIANEWS.com, Kudus – Pasca dibentuknya Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus kini fokus pada pembentukan Tim Pengelolaan Cagar Budaya Kabupaten Kudus (TPCB)

Hanya, pembentukan tim yang beranggotakan 11 orang tersebut menemui kendala. Pasalnya sejumlah persyaratan yang ditetapkan Kemendikbud cukup buat Disbudpar Kudus kewalahan.

Salah satunya terkait persyaratan SDM yang harus memiliki arkeolog dalam tim pengelolaan cagar budaya. Arkeolog menjadi syarat penting jika tim pengelola ingin ‘direstui’ oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan pusat.

Plt. Kepala Disbudpar Kudus, Kasmudi melalui Kabid Kebudayaan, Sutiyono mengatakan pihaknya harus menjaring lulusan dari universitas ternama di Jawa Tengah hingga DIY. Hanya, putra daerah melempem pada penjaringan tersebut.

“Pendaftar justru didominasi luar daerah,” ucapnya.

Disbuudpar bukan tanpa usaha. Sejumlah arkeolog ternama asal Kudus juga telah pihaknya tawari untuk masuk ke tim pengelolaan. Hanya, tidak semuanya menerima penawaran tersebut. Beberapa juga meminta waktu pertimbangan.

“Kami telah berupaya dengan maksimal,” ucapnya.

Meski begitu, ia memastikan dinas tidak anti orang luar daerah untuk mengurusi seluruh cagar budaya yang ada di Kota Kretek. Hanya, perbedaan rasa memiliki serta keterikatan dengan budaya pribumi lah yang akan menjadi batu sandungan niat dalam mengelola cagar budaya di Kudus.

“Karena itulah kami utamakan mencari arkeolog asal Kudus, dari Universitas manapun,” lanjut Tiyo.

Konsultasi terkait hal ini tekah pihaknya lakukan ke Tim Pengelolaan Cagar Budaya Jawa Tengah. Saran pun diberikan dengan menggunakan lulusan yang berkaitan dengan unsur kebudayaan.

“Alternatif ini akan coba kami gunakan,” tambah Tiyo.

Sesuai Undang-undang Nomor 11 tahun 2010, menyebutkan bahwa Pengelola Cagar Budaya terbagi kedalam tiga tim yakni Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Tim Pengelolaan Cagar Budaya (TPCB) dan Tim Penyelamatan dan Pelestarian (TPPCB).

TACB terdiri dari 5 orang dengan latar belakang pendidikan arkeologi, arsitektur, sejarah, dan hukum. Tim TPCB terdiri dari 11 orang. 2 diantaranya disyaratkan harus lulusan Arkeologi atau disiplin ilmu yang linier. Sisanya dari lulusan SMA/MA. Sedangkan TPPCB diisi Bupati Kudus, Forkopimda dan Dinas terkait.

“TACB sudah dibentuk tinggal tunggu SK Bupati. Sedang TPCB dan TPPCB akan menyusul setelahnya,” kata Tiyono.

TPCB sendiri akan digunakan untuk merawat serta melestarikan benda cagar budaya yang ada di Kudus. Peminimalisir praktik renovasi ataupun pembokaran ilegal terhadap benda cagar budaya juga diharapkan bisa direduksi oleh tim.

“Tujuannya seperti itu Tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...