Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

9 Pesilat PSHT Jadi Tersangka Pengeroyokan Kasat Reskrim Wonogiri

MURIANEWS.com, Wonogiri – Pihak kepolisian menetapkan sembilan anggota perguruan silat sebagai tersangka pengeroyokan Kasat Reskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramdhani, dalam bentrok antara PSHT dan PSH Winongo beberapa waktu lalu.

Sembilan tersangka yang diamankan merupakan anggota PSHT. Mereka diketahui melakukan pengeroyokan hingga mengakibatkan Aditia koma dan dilarikan ke RS di Singapura.

“Polisi sudah tetapkan 25 tersangka, 9 tersangka di antaranya terlibat melakukan penganiayaan terhadap Kasat Rekrim Polres Wonogiri,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja di Mapolres Wonogiri, Rabu (29/5/2019).

Agus Triatmaja mengatakan sembilan pelaku pegeroyokan tersebut mengaku menganiaya Aditia dengan menggunakan bambu, senjata tajam, dan tangan kosong.

Menurut dia, 9 pelaku tersebut berinisial AP, DFR, P, ER, AH, HPA, S, A, dan JN. Seorang pelaku diketahui masih di bawah umur berisial AP (17). Sedangkan, dua pelaku lainnya mengaku terlibat melawan petugas, dan 14 orang lain melakukan pengrusakan atau berbuat anarkis saat kejadian.

“Kami menahan 15 tersangka dan 10 orang lainnya tidak ditahan, hanya dikenai wajib lapor karena mereka masih di bawah umur,” katanya.

Tim penyidik mengungkapkan 9 pelaku merupakan anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT). Mereka mengaku melakukan penganiayaan karena mengira Aditia sebagai salah seorang anggota PSH Winongo di Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri.

“Kedua perguruan silat itu bentrok berawal dari membuat tulisan saling ejek, kemudian saling dendam, lalu terjadi bentrok kedua pihak di Sidoharjo Wonogiri pada 8 Mei 2019,” katanya.

Ada kemungkinan jumlah tersangka yang melakukan penganiayaan terhadap anggota polisi tersebut bertambah. Karena tim penyidik terus melakukan pengembangan kasus itu.

Para tersangka dewasa akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Satu pelaku masih di bawah umur akan dikenai Undang Undang Perlindungan Anak.

Selain itu, dua tersangka yang melawan petugas, akan dikenai Pasal 214 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, sedangkan 14 tersangka lainnya ancaman lima tahun.

Baca juga:

Peristiwa penganiayaan yang menimpa Kasat Reskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya tersebut berawal kedua perguruan silat yang akan bentrok. Aditia dengan mengendarai mobil bersama anggotanya turun dan menghalau massa PSHT agar tidak terjadi bertemu lalu terjadi bentrok.

Namun, anggota polisi tersebut justru menjadi korban penganiayaan oleh massa PSHT. Korban dianiaya karena dikira salah seorang anggota PSH Winongo. Korban dikeroyok hingga tidak sadarkan diri.

Dengan dibantu warga Aditia kemudian dibawa ke rumah sakit. Korban Aditia tidak sadarkan diri hingga sekarang.

Setelah sempat dirawat di RS Solo, Aditia kemudian dibawa RS General Hospital Singapura dan kondisinya mulai ada perkembangan. Kabar terbaru, Aditia sudah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang perawatan di Singapore General Hospital.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Antara

Comments
Loading...