Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ngaku Polisi Modal Pistol Korek Api, 2 Pelaku Pemerasan Dikeroyok Warga di Jepara

0 642

MURIANEWS.com, Jepara – Polres Jepara mengamankan dua orang pemuda yang mencoba melakukan aksi pemerasan. Keduanya diamankan setelah sempat dihujani jotosan oleh warga yang menangkapnya.

Kejadian ini terjadi pada Selasa (28/5/2019) menjelang tengah malam di Desa Krasak, Pecangaan, Jepara. Sampai Rabu (29/5/2019) dinihari, kasus ini masih terus dalam penanganan.

Identitas kedua pelaku sempat sulit dilacak oleh petugas, karena keduanya tidak membawa surat identitas apapun. Selain itu, keduanya juga sering bersikap inkonsisten saat menjawab pertanyaan petugas.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Mukti Wibawa menyatakan, setelah dilakukan pendalaman, akhirnya diketahui juga identitas mereka. Dari keterangan yang ada, mereka adalah Tomo, warga Kaligawe, Kota Semarang dan Erfa, warga Demak Kota, Kabupaten Demak.

“Mereka diduga telah melanggar pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan pasal 378 KUHP tentang memakai nama palsu atau martabat palsu untuk melakukan kejahatan,” ujarnya.

Kejadian pemerasan yang dilakukan keduanya berlangsung di Desa Krasak, Pecangaan. Korban dua orang, yakni Ahmad Erfan Muslih dan Muh Fanis. Kedua korban diketahui merupakan warga Mayong, Jepara.

Saat kejadian, Erfa, salah satu pelaku dikatehui membawa korek api gas berbentuk senjata api. Dengan alat inilah, kemudian ia mengancam para korbannya yang ketakutan.

Selain itu, pelaku juga mengaku sebagai anggota Polisi Satresnarkoba yang sedang melakukan razia.

“Seperti layaknya polisi, mereka ini sempat juga menginterogasi para korbannya. Beruntung pada detik terakhir, dua korbannya berani melakukan perlawanan, sehingga akhirnya dibantu warga bisa menangkap dua pelaku,” terangnya.

Dua korban, sempat diminta Hpnya oleh pelaku dan sempat akan meninggalkan lokasi. Namun korban akhirnya melakukan perlawanan. Jaket pelaku ditarik sambil berteriak minta tolong.

Warga yang mendengar akhirnya membantu. Pelaku sempat melawan dan berteriak minta tolong. Namun warga yang berdatangan pun langsung menghajar para pelaku. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke polisi.

Para pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Pecangaan, untuk dimintai keteranganya. Di Mapolsek Pecangaan, Erfa salah seorang pelaku menyatakan mengaku sebagai anggota polisi untuk menakuti korban. Hal itu dilakukan secara spontan saja.

“Saya menyesal telah berbuat kriminal. Semua spontan saja. Korek api pistol itu saya beli di Simpang Lima Semarang. Harganya Rp 160 ribu. Tidak ada rencana sama sekali, spontan saja,” akunya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.