Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

PPDB SMA Dibuka 1 Juli, Ini Ancaman Orang Tua yang Palsukan Surat Domisili

0 367

MURIANEWS.com, Semarang – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA tahun 2019 Provinsi Jateng akan dibuka pada 1 Juli 2019 dan dilakukan secara online. Sama seperti tahun lalu, PPDB tahun ini tetap menggunakan sistem zonasi.

Oleh karenanya, sekolah akan memprioritaskan menerima calon siswa yang berasal dari zona sekitar sekolah tersebut.

Dengan kebijakan ini, biasanya ada orang tua siswa yang mengakali dengan membuat surat keterangan domisili (SKD) palsu, agar bisa diterima di sekolah yang diincar.

Namun Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Jumeri menyebut ada ancaman hukum yang berat jika kedapatan memalsukan dokumen itu. Oleh karenanya, ia meminta orang tua tak perlu khawatir hingga menempuh berbagai cara agar bisa masuk ke sekolah favorit.

“Jangan berupaya melakukan pemalsuan data demi mengincar sekolah favorit. Sebab, hal itu dapat berakibat fatal baik bagi diri sendiri maupun bagi anak,” katanya, Selasa (28/5/2019).

Selain dapat diproses melalui jalur hukum, lanjut Jumeri, pemalsuan data dapat berdampak bagi masa depan anak peserta didik. Dirinya menegaskan, jika dikemudian hari ditemukan ada data siswa yang dipalsukan, maka siswa tersebut akan langsung dikeluarkan dari sekolah.

“Jadi, lebih baik mengikuti proses yang ada. Yakinlah, bahwa melalui sistem zonasi ini, tidak ada lagi sekolah favorit karena semua sekolah itu sama,” ujarnya.

Meski perubahan ini belum bisa diterima oleh masyarakat, namun Jumeri berharap masyarakat mau berlatih untuk menerima perubahan ini. Dirinya meyakinkan, bahwa sistem zonasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memeratakan pendidikan.

“Banyak hal positif dari sistem zonasi ini, salah satunya siswa menjadi dekat dengan sekolah sehingga biaya transportasi menjadi murah. Selain itu, pengawasan terhadap anak juga semakin mudah,” terangnya.

Dia menambahkan, dengan penerapan sistem itu, maka nilai UN tidak berlaku lagi untuk pendaftaran. Karena yang menentukan siswa diterima atau tidak adalah dari zonasi yang ada.

“Dengan sistem zonasi ini, sekolah wajib menerima siswa yang ada di sekitar sekolah atau di dalam zonasi minimal 90 persen. Sisanya, sebanyak 5 persen digunakan untuk jalur prestasi dan 5 persen sisanya untuk jalur perpindahan orang tua,” kata dia.

Terkait mekanisme sistem zonasi, kuota sekolah dan informasi lainnya, masyarakat diminta mengakses situs resmi PPDB Pemprov Jateng di www.pdkjateng.go.id. Di website tersebut, sudah disematkan semua informasi yang dibutuhkan masyarakat terkait PPDB 2019.

“Kalau memang masih kebingungan, silakan mengunjungi sekolah-sekolah teredekat untuk mendapatkan informasi. Atau bisa juga mengunjungi Kantor Cabang Dinas Pendidikan di sejumlah daerah dan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jateng,” ucapnya.

Sementara terkait proses pendaftaran PPDB, akan dilakukan secara online dan dibuka mulai 1 Juli 2019 pukul 00.00WIB. Pendaftaran akan ditutup pada 5 Juli 2019 pukul 23.59WIB.

“Sementara pengumuman hasil seleksi pada 9 Juli dilanjutkan proses daftar ulang 10-11 Juli dan hari pertama masuk sekolah pada 15 Juli 2019,” pungkasnya.

Di lain kesempatan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta masyarakat mengedepankan integritas dalam PPDB tahun ini.

Setelah SKTM dihapuskan salah satu syarat pada proses tersebut, muncul isu adanya masyarakat yang memainkan surat keterangan domisili untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah-sekolah yang dianggap favorit.

“Tolong orang tua tidak melakukan itu, jaga integritas sejak dini. Saya juga meminta seluruh masyarakat mengawasi proses PPDB ini agar semua berjalan sesuai aturan,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.