MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dilapori Hasil Pemilu, PWNU Jateng Sebut Alasan Suara PKB Jeblok di Beberapa Daerah

0 148

MURIANEWS.com, Semarang – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Tengah, melaporkan hasil Pemilu 2019 kepada Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng. Dalam laporannya, PKB Jateng membanggakan peningkatan suara dan kursi legislatif yang didapatkan.

Ketua DPW PKB KH M Yusuf Chudlori yang memimpin rombongan. Ia juga mengajak seluruh caleg terpilih DPRD Provinsi Jateng yang berjumlah 20 orang.

Di hadapan pengurus NU, Gus Yusuf melaporkan peningkatan suara dan kursi PKB hasil Pemilu 2019 sangat signifikan. Mulai dari DPRD kabupaten, provinsi, dan DPR RI. Ia menyebut, keberhasilan ini tak lepas dari dukungan warga NU.

“Atas nama DPW PKB Jateng saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pilihan warga NU kepada PKB, juga doa para kiai,” ujarnya.

Pada Pileg 2014 lalu, di mana kuota kursi DPRD Jateng di 10 Dapil sebanyak 110 kursi, PKB mendapatkan 13 kursi. Kini di Pemilu 2019, dengan kuota 120 kursi di 13 dapil, PKB dipastikan meraih 20 kursi di DPRD Jateng.

Gus Yusuf menyampaikan hasil perolehan suara PKB ini menjadi titik tolak persiapan PKB menghadapi Pilkada serentak dan Pemilu 2024.

“Hari ini sudah ada kiai Ma’ruf Amin untuk posisi wakil Presiden RI. Tidak mustahil ke depan akan tampil kader-kader NU di kepemimpinan nasional. Ingat Gus Dur juga pernah menjadi Presiden dan tentu ini menginspirasi kita,” katanya.

Gus Yusuf juga menyinggung bahwa menghadapi momentum politik ke depan telah mendorong DPC agar berkoordinasi dg PCNU sejak dini.

Tanggapan Gus Yusuf soal koordinasi antara PKB dengan NU ini langsung mendapat tanggapan dari Ketua PWNU Jateng KH Muzamil.

Ia menyebut, pihaknya mempunyai peta politik yang sangat gamblang terkait suara PKB. Menurut dia, jika pengurus NU dan PKB harmonis di suatu daerah, pasti suara PKB di daerah tersebut menjadi signifikan.

“Namun di beberapa kecamatan yang pengurus PKB-nya tidak pernah berkoordinasi dengan pengurus NU, pasti suara PKB jeblok. Kami punya catatannya,” terangnya.

Namun KH Muzamil tak merinci daerah mana saja yang terindikasi hubungan antara pengurus NU dengan PKB tak harmonis. Termasuk kecamatan mana saja yang terdata suara PKB anjlok.

Sementara Rois Syuriah PWNU KH Ubaidillah Shodaqoh menilai, seharusnya perolehan suara yang didapat PKB itu masih bisa dimaksimalkan.

“Tinggal bagaimana potensi suara warga NU ini terus bisa direkrut dan dirayu dengan berbagai cara. Silahkan ke depan cari cara pendekatan yang efektif agar warga NU mayoritas coblos PKB. Saya tentu mendoakan agar PKB terus membawa manfaat,” tegasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.