Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mako Brimob Purwokerto Diserang Orang Tak Dikenal, Satu Polisi Dikabarkan Tertembak

0 159

MURIANEWS.com, Banyumas – Markas Komando (Mako) Brimob  Batalyon B Pelopor Kompi 3 Watumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, ditembaki orang tak dikenal. Penyerangan dilakukan pada pos penjagaan, dan dikabarkan sampai melukai satu anggota Brimob yang tengah berjaga.

Aksi penembakan itu terjadi pada Sabtu (25/5/2019) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB. Dugaan sementara, pelaku menggunakan senjata otomatis laras panjang.

Dikutip dari CNN Indonesia, anggota Brimob yang mengalami luka tembakan yakni Bripka Imam Santoso. Saat itu, Bripka Imam tengah bertugas jaga.

Imam terkena tembakan di bagian kepala, dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Beruntung saat kejadian ia mengenakan helm pengaman, sehingga masih bisa selamat.

Komandan Satuan Brimob Polda Jatengm Kombes Polisi Tori Kristiyanto mengatakan pelaku teror menggunakan mobil warna silver. Pelaku melaju dari selatan ke utara dan langsung menembaki Pos Penjagaan depan Mako Brimob.

“Peristiwanya tadi sekitar pukul 01.30 WIB. Pelaku pakai mobil Avanza/Xenia dari arah Selatan ke arah Markas mengeluarkan tembakan ke arah Pos Penjagaan,” kata Tori.

Baca: Ditembaki, Peluru Serempet Kepala Anggota Brimob Purwokerto

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai kasus ini. Ia menyatakan, tim masih berada di lapangan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita lagi dalami semua, olah TKP lagi berlangsung. Semoga cepat terungkap, doakan saja,” ujarnya.

Sementara itu, kata Herlina (46), pemilik warung makan di seberang jalan depan pintu gerbang Mako Brimob Watumas mengaku mendengar suara tembakan sebanyak tiga kali.

“Saya kira itu suara tembakan personel Brimob yang sedang latihan,” kata Herlina dilansir Antara.

Dia mengaku baru mengetahui jika ada kejadian penembakan sekitar pukul 07.00 WIB saat keluar dan melihat ada kerumunan warga di depan warung.

“Tadi saya kira ada kejadian apa karena kebetulan ada tetangga yang sakit keras, ternyata ada penembakan di pos penjagaan. Orang-orang itu ngomong kalau ada teroris,” katanya.

Warga lainnya, Yadi juga mengaku mendengar suara tembakan tersebut, namun saat itu dia menduga jika suara tersebut merupakan petasan.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Antara, CNN Indonesia

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.