Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Harga Sembako di Kudus Mulai Naik

0 167

MURIANEWS.com, Kudus – Sejumlah harga sembilan bahan pokok (Sembako) di pasar tradisonal Kabupaten Kudus mulai alami pelonjakan harga. Pelonjakan harga yang mulai signifikan terjadi pada daging ayam serta telur ayam ras.

Daging ayam yang sebelumnya berkisar di harga Rp 30 ribu kini mulai meningkat menjadi Rp 35 ribu. Peningkatan, perharinya bisa mencapai Rp 1000 hingga Rp 3 ribu rupiah di tiap harinya. Puncak peningkatan diprediksi akan terjadi pada H-2 lebaran.

“Ayam ekor juga mengalami kenaikan, kini Rp 55 ribu per ekor dari peternak dijual Rp 20 ribu,” ucap Rina (28) salah satu penjual daging ayam di Pasar Bitingan.

Sedang pada telur ayam, hingga pagi ini harga telur ayam ras berkisar di angka Rp 205 ribu per box. Atau jika dikilokan akan memiliki berat Rp 10 kilogram. Sedang para pedagang, menjualnya dengan harga Rp 22 ribu samai Rp 24 ribu ke pelanggan.

“Berbeda-beda tiap harinya, harga terus berubah,” ucap Zumaroh, salah satu penjual telur di Pasar Bitingan.

Untuk harga daging, 1 kilogram daging kerbau lokal, dijual dengan harga Rp 115 ribu. Sedang pada daging sapi lokal, harga satu kilogram lebih murah, yakni Rp 110 ribu. Untuk kenaikan harga, Riah (50) salah satu pedagang daging mengatakan, kenaikan akan terjadi saat mendekati lebaran. Yakni pada H-4 sampai H-2 lebaran.

“Kenaikan biasanya tak lebih dari Rp 10 ribu. katanya.

Sedang pada harga sembako lain seperti bawang putih dan bawang merah masih relatif stabil. Harga bawang putih hingga kini masih di nominal Rp 30 ribu per kilogram. Untuk bawang merah ukuran besar dijual dengan harga Rp 25 ribu dan kecil Rp 8 ribu.

“Kenaikan dimungkinkan paling mentok Rp 30 ribu pada bawang merah,” jelas Marsinah salah satu pedagang sembako.

Harga beras juga relatif aman dan dimungkinkan stabil hingga lebaran. Harganya berkisar di antara Rp 8 ribu hingga Rp 12.500 tergantung dari kualitas dan jenis beras yang dipilih pembeli.

“Jika tak ada gejolak aman-aman saja,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno mengatakan kenaikan harga hingga kini masih stabil. Hanya memang beberapa faktor mempercepat kenaikan harga.

“Ada beberapa faktor,” ucapnya.

Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah para buruh atau pekerja yang mulai mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) dari tempatnya bekerja. Hanya kenaikan karena keluarnya THR tak berjalan lama.

“Paling hanya satu hari dua hari saja, selebihnya karena memang budaya menjelang lebaran, semua harga naik,” lanjutnya.

Dengan adanya fenomena ini pihaknya menghimbau pada para pedagang untuk tak menaikkan harga terlalu tinggi. Penimbunan barang juga diharapkan tak dilakukan pedagang.

“Jangan menaikkan harga terlalu tinggi,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.