Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dekati Lebaran Peredaran Uang Palsu di Jateng Semakin Marak

0 67

MURIANEWS.com, Semarang – Mendekati Lebaran 2019, peredaran uang palsu di Jawa Tengah semakin marak. Ini dibuktikan dengan adanya ribuan lembar uang palsu sudah beredar, dan berhasil diamankan oleh petugas.

Rata-rata uang palsu yang beredar merupakan pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Catatan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jateng, hingga April 2019 sudah ada 1.029 lembar uang palsu yang berhasil diamankan.

Meski demikian menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng, Soekowardojo, jumlah uang palsu yang berhasil diamankan itu mengalami penurunan jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2018 lalu. Penurunannya menurut dia, mencapai 10 persen.

Sehingga, terkait beredarnya Upal tersebut, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan lebih waspada.

“Sebagai langkah mudah untuk mengenali keaslian rupiah kita kenal dengan slogan 3D, yaitu Dilihat, Diraba, Diterawang,” katanya kepada wartawan.

Uang palsu ini juga rentan disebarkan oleh para pelaku dengan mencari momentum penukaran uang baru. Pasalnya, mendekati Lebaran akan semakin banyak orang yang menukarkan uang baru untuk dibagi-bagikan ke sanak keluarga.

Oleh karenanya, untuk menekan peredaran uang palsu ini BI Kanwil Jateng membuka layanan penukaran uang di 109 titik di Jateng. Salah satunya di GOR Tri Lomba Juang, Semarang.

BI Kanwil Jateng menggandeng beberapa bank baik BUMN maupun swasta. Seperti Bank Jateng, Mandiri, BNI, BRI, BTN, BCA, CIMB Niaga, dan Maybank.

Dalam prakteknya, pelayanan menggunakan mobile banking keliling. Bank pun menyediakan uang pecahan kecil mulai Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000. Pihaknya juga memastikan jika layanan tersebut gratis.

“Kami mengimbau masyarakat agar melakukan penukaran uang pecahan kecil melalui layanan resmi yang diselenggarakan BI dan perbankan di wilayah Indonesia serta pihak-pihak lain yang ditunjuk oleh BI. Terlebih penukaran uang secara resmi ini tidak dipungut biaya alias gratis,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.