Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mesin Coffee Roaster Buatan Pria Kudus Ini Canggih, Harganya Murah

0 584

MURIANEWS.com, Semarang – Seorang pria asal Kudus, Arif Darmawan Saatyanto menciptakan mesin sangrai kopi atau coffee roasting dengan harga murah. Meski murah, kualitas mesin itu secanggih mesin buatan luar negeri.

Tak hanya itu, mesin roasting bermek DREI Coffee Roaster ini juga sudah dipasarkan ke sejumlah negara.

Arif yang tercatat sebagai warga Gebog, Kudus ini, menyebut membuat mesin ini karena banyak keluhan dari kelompok petani kopi tentang harga mesin roasting mahal. Itu karena kebanyakan mesin roasting yang beredar adalah produk luar negeri.

Dari sinilah ia kemudian melakukan eksperimen untuk membuat mesin roasting sendiri. Dan ternyata, dengan bahan-bahan yang sederhana ia bisa menciptakan mesin ini.

“Alat sangrai atau roaster bisa dibuat dengan sederhana dan efisien, tidak harus seperti produk luar negeri yang harganya mahal. Akhirnya, saya membuat roaster dengan hasil yang bisa menyamai produk luar negeri,” kata Arif saat mengikuti Festival Halal 2019 di kompleks kantor Gubernuran Jateng.

Ia menyebut, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat mesin roasting itu di antaranya lembaran stainless steel food-grade, drum, burner, penggerak drum motor 12 Volt, thermometer, pembuang kulit ari kopi, dan tuas engkol. Dan jadilah roaster berkapasitas 1.000 hingga 2.000 gram.

Roaster ini telah ia kembangkan sejak 2016 lalu. Dengan mesin ini, butuh waktu selama 15 menit hingga 20 menit untuk menyangrai biji kopi dengan kematangan yang cukup sempurna.

Roaster berkapasitas 1.000 gram dia hargainya hanya Rp 4.795.000. Sementara roaster kapasitas yang sama tetapi ukurannya lebih besar, ia patok Rp 8.795.000. Untuk roaster berkapasitas 2.000 gram, dipatok harga Rp 24.795.000.

Dalam memproduksi roaster, Arif juga didukung Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Inkubator Bisnis LPPM UNY dan Universitas Negeri Yogyakarta. Untuk membuat dua unit roaster, Arif membutuhkan waktu satu pekan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau stan DREI Coffee Roaster, mengagumi produk buatan Arif. Selain meminta Arif untuk terus mengembangkan dan membuat tampilan produk lebih “menjual,” produk itu segera diuji, mendapat sertifikat dan hak paten.

“Ini produk bagus. Apalagi ini buatan Arif sendiri. Perlu dikembangkan. Apalagi, sekarang di berbagai daerah di Jateng banyak menghasilkan kopi. Tentu, peluang pasarnya akan lebih besar,” ujarnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.