Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sopir Ngantuk, Bus AKAP di Jalan Lingkar Utara Purwodadi Tabrak 3 Truk Tronton

0 2.901

MURIANEWS.com, Grobogan – Peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan lingkar utara (JLU) Purwodadi, Selasa (21/5/2019). Kecelakaan yang berlangsung sekitar pukul 12.15 WIB itu melibatkan empat kendaraan besar. Yakni, satu bus Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP) dan tiga truk.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kecelakaan ini. Meski demikian, keempat kendaraan mengalami kerusakan cukup parah, terutama di bodi depan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan bermula saat bus PO Sido Rukun dengan nopol H 1634 CA yang dikemudikan Sukarno (49), warga Semarang, melaju dari arah timur dengan tujuan terminal induk Purwodadi.

Sesampai di lokasi, bus berjalan agak ke kiri hingga keluar bahu jalan dan menabrak truk tronton molen nopol B 9816 YM yang sedang parkir di pinggir jalan. Usai menabrak kendaraan ini, laju bus jadi oleng ke arah kanan hingga melewati marka jalan.

Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu bus dan tiga truk tronton terjadi di jalan lingkar utara (JLU) Purwodadi, Selasa (21/5/2019). (MURIANEWS.com/Dani Agus)

Pada saat bersamaan, ada truk tronton dengan nopol L 8625 UJ dari arah berlawanan yang dikemudikan Ahmad Saiin, warga Tuban. Lantaran jaraknya sudah dekat, kedua kendaraan itu akhirnya terlibat tabrakan.

Setelah menabrak truk kedua, bus tetap melaju ke jalur lawan hingga akhirnya kendaraan ini kembali bertabrakan dengan truk tronton boks dengan nopol B 9253 UXU yang dikemudikan Saprudin (49), warga Serang. Usai menabrak tiga truk tronton, laju bus jurusan Jakarta itu akhirnya baru bisa berhenti.

Kanit Laka Satlantas Polres Grobogan Iptu Candra Bayu Septi mengungkapkan, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Meski demikian, keempat kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakaan cukup parah.

Terkait kejadian itu, ia mengimbau pada pengendara agar tidak memaksakan diri jika kondisinya lelah atau mengantuk.

“Mengemudi dalam keadaan mengantuk sangat membahayakan. Lebih baik istirahat dulu. Jangan memaksakan diri,” katanya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.