Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Razia PGOT, Satpol PP Kudus Amankan Wanita Pengamen Berduit Jutaan Rupiah

MURIANEWS,com, Kudus – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus melakukan razia terhadap pengemis, gelandangan, dan orang telantar (PGOT). Hasilnya, seorang wanita pengamen di perempatan Ngembal Kudus diamankan. Tak tanggung-tanggung, pengamen yang diketahui bernama Wulan warga Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae didapati membawa uang hingga jutaan rupiah.

Kepala Satpol PP Kudus Djati Solehah mengatakan, selama bulan Ramadan ini pihaknya tengah giat untuk melakukan penertiban. Terutama penertiban terhadap PGOT. Dalam giat tersebut, Satpol PP menemukan fakta mengejutkan.

“Kami menemukan pengamen yang kedapatan membawa uang hingga jutaan rupiah. Kemungkinan uang itu hasil mengamen,” katanya saat ditemui di Kantor Satpol PP Kudus, Senin (20/5/2019).

Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan, wanita pengamen yang berusia 23 tahun itu ditemukan uang hingga Rp 2 juta lebih. Tidak hanya uang yang ditemukan, namun juga bukti transaksi pembelian emas yang diduga hasil uang mengamen.

Satpol PP Kudus mengamankan Wulan, wanita pengamen yang kedepatan membawa uang jutaan rupiah. (MURIANEWS.com/Dian Utoro Aji).

“Kami periksa ia mempunyai uang fantastis. Yakni uang sebesar Rp 1,8 juta yang terdiri dari pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 20 ribu. Selain itu ada uang recehan dengan totalnya Rp 157 ribu, serta uang Rp 10 ribu dengan total Rp 167 ribu,” terangnya.

Djati menyebutkan, dari data yang didapat, pelaku memang beroperasi setiap hari di kawasan lampu merah di perempatan Ngembal mulai dari pukul 08.30 WIB hingga sore hari.

“Dari pengakuannya, setiap hari, ia mampu mengumpulkan uang rata-rata Rp 300 ribu. Itu termasuk sepi. Tapi kalau ramai bisa mencapai Rp 1 jutaan,” ungkapnya.

Padahal, wanita pengamen itu sudah sering ditertibkan oleh Satpol PP Kudus. Bahkan ia mencatat, penertiban kali ini merupakan penangkapan kedua di bulan Mei. ”Kemarin kita sempat dibina, tapi karena sudah sering dapat uang banyak, ia kembali lagi mengamen,” tambahnya

Saat ini, pengamen tersebut melanggar perda Kabupaten Kudus nomor 15 tahun 2017 tentang penanggulangan gelandangan, pengemis, dan anak jalanan.

”Ia juga melanggar perda nomor 8 tahun 2015 tentang kebersihan, keindahan dan ketertiban dalam wilayah Kabupaten Kudus. Hanya, saat ini pengamen tersebut diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi,” tandasnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...