Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Harkitnas, Ganjar: Saatnya Kembali Bersatu Usai Terpecah Pemilu

0 30

MURIANEWS.com, Semarang – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tingkat Provinsi Jateng ditandai dengan upacara bendera, serta ziarah ke makam pahlawan, Senin (20/5/2019). Dalam prosesi ziarah ini diikuti Gubernur Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi.

Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat juga hadir. Dalam kesempatan itu, Ganjar menyebut jika Harkitnas menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali merajut persatuan usai terpecah dan tekotak-kotak akibat pemilu.

“Mari kita bangkit dari keterpurukan. Kita jalin kembali persatuan yang sempat terkoyak karena proses pemilu beberapa waktu lalu,” katanya.

Menurut Ganjar, tidak ada alasan yang dapat membenarkan perpecahan di tengah masyarakat hanya karena pemilu. Sebab, semua mekanisme dalam tahapan pemilu sudah diatur dalam undang-undang.

“Kita serahkan semua hasil pemilu pada penyelenggaranya. Semua mekanisme pelaksanaan itu sudah diatur dalam undang-undang,” ujarnya.

Gubernur Ganjar Pranowo, Kapolda Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan Pangdam Mayjen TNI Mochamad Effendi di sela-sela ziarah di makam pahlawan. (MURIANEWS.com)

Terlebih menurut dia, Harkitnas memang diperingati untuk mengenang lahirnya semangat persatuan para tokoh-tokoh Tanah Air dalam upaya lepas dari penjajahan Belanda. Dengan semangat tersebut, menurut Ganjar, sudah semestinya membangkitkan rasa nasionalisme generasi saat ini, terlebih setelah melaksanakan salah satu laku demokrasi, Pemilu.

Tepat pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-60 sejak kali pertama ditetapkan pada 1959, Ganjar menilai ada yang lebih utama dari sekadar perbedaan pandangan politik, yaitu persatuan.

“Jadi kalau kita melihat momentum pas dengan pesta demokrasi, mari kita bersatu bergandengan tangan kita bangkit jiwanya, jiwa nasionalisme, jiwa kebangsaan yang bisa kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kontestasi kemarin itu bukan peperangan kemarin hanya sekadar, benar-benar sekadar cara untuk memilih pemimpin yang secara konstitusional kita sepakati,” ujarnya.

Untuk itu, Ganjar berharap, pasca berlangsungnya pesta demokrasi dengan aman, maka tahapan selanjutnya juga semestinya bakal aman dan lancar. Kuncinya dengan menaruh kepercayaan kepada lembaga negara yang tengah melaksanakan tugas sebagai penyelenggara pemilu.

“Hari ini lembaga negara penyelenggara pemilu tengah melaksanakan tugasnya maka kita perlu bersama-sama menghormati hasilnya apapun. Seandainya ada yang setuju dan tidak setuju, yang setuju selesai, yang tidak setuju ada mekanisme yang diberikan kontitusi untuk menggunakan hak-haknya,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.