MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tak Bisa Dilantik Jadi Kapolsek, Polisi Korban Bentrok Pesilat di Wonogiri Diberi Keistimewaan Pilih Jabatan

0 877

MURIANEWS.com, Semarang – AKP Aditya Mulya Ramdhani, Kasat Reskrim Polres Wonogiri yang menjadi korban bentrok dua perguruan silat beberepa waktu lalu, seharusnya dilantik menjadi Kapolsek Semarang Tengah. Namun, hingga kini polisi ini masih koma, dan kini dirawat di Singapura.

Aditya seharusnya dilantik sebagai Kapolsek Semarang Tengah Sabtu (18/5/2019) pekan lalu bersama pelantikan pejabat utama Polrestabes Semarang lainnya. Namun karena kondisinya yang tak memungkinkan, pelantikan Aditya tak dilakukan.

Oleh karenanya, pihak Polrestabes Semarang mengajukan permintaan untuk penggantian nama calon kapolsek Semarang Tengah. Pasalnya, kondisi Aditya dimungkinkan tak bisa menjalankan tugas dalam waktu dekat.

”Sementara dalam waktu dekat ini banyak agenda penting. Termasuk persiapan mudik 2019,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji kepada wartawan.

Meski demikian, pihaknya tetap akan memberi penghargaan kepada AKP Aditya ketika sudah sembuh dan bisa bertugas nantinya. Aditya nantinya akan diberi keistimewaan untuk memilih jabatan di Polrestabes Semarang.

Ia menyatakan, dalam waktu dekat akan meminta petunjuk kepada Kapolda Jateng berkaitan dengan poisisi kapolsek Semarang Tengah. Untuk sementara, kata dia, Wakil Kapolsek Semarang Tengah ditunjuk sebagai pejabat sementara kapolsek.

Baca juga: 

Aditya Mulya Ramdhani mengalami luka parah saat terjadi bentrok massa antara dua perguruan silat di Wonogiri, beberapa waktu lalu. Aditya akhirnya di bawa ke Singapura untuk menjalani pengobatan lebih lanjut.

Mantan Kasat Reskrim Polres Wonogiri tersebut ditugaskan menjadi Kapolsek Semarang Tengah menggantikan Kompol Adi Nugroho yang dimutasi menjadi Wakil Kapolres Wonogiri.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.