Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pelaku Pembacokan di Mayong Ternyata Residivis Kasus yang Sama

0 1.428

MURIANEWS.com, Jepara – Kasus pembacokan di Mayong Lor, Jepara mulai menunjukan fakta-fakta baru. Polres Jepara menemukan sejumlah fakta terkait dengan siapa pelaku pembacokan yang membuat tiga orang mengalami luka-luka serius ini.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Mukti Wibawa menyebutkan, pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini, ternyata merupakan seorang residivis. Fakta ini dipastikan setelah pihaknya menemukan sepucuk surat dari Kejaksaan Negeri di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Surat keterangan dari kejaksaan tersebut ditemukan, saat dilakukan penggeledahan di kamar pelaku, dalam proses Olah TKP. Surat tersebut ditemukan di dalam lemari milik pelaku.

“Pelaku ternyata seorang residivis. Kami sudah cross cek dengan pelaku, dan diakui memang seperti itu. Beberapa tahun lalu, pelaku juga sudah melakukan hal yang sama di NTT,” ujar AKP Mukti Wibawa, Jumat (17/5/2019).

Dijelaskan, pelaku sempat melakukan tindak penganiayaan saat bekerja di NTT pada tahun 2011 lalu. Karena kasus tersebut pelaku divonis oleh pengadilan setempat dengan hukuman penjara selama 8 bulan.

Baca juga: 

Pelaku diketahui mulai mendapatkan vonis pada Desember 2011 dan menjalani hukuman, hingga akhirnya bebas pada 17 Febuari 2012. Setelah itu pelaku pulang ke Jepara, hingga sekarang tinggal bersama dengan saudara-saudaranya.

Pada kasus terakhir ini, pelaku diduga telah melakukan penganiayaan berencana seperti yang diatur dalam Pasal 353 KUHP. Hal ini didasarkan pada keterangan yang disampaikan oleh saksi korban Syukurul Wuafi.

Sebelum kejadian, tepatnya pada malam sebelum kejadian, saksi korban sudah melihat pelaku mondar-mandir membawa parang.

“Korban Syukurul yang sudah bisa dimintai keterangan menyebut pelaku pada malam sebelum kejadian sudah menenteng parang  dalam beberapa kesempatan. Korban mengaku sudah mulai curiga sebenarnya,” terangnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.