MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pekerjakan Sopir Tembak, Izin Trayek PO di Kudus Terancam Dicabut

0 10.607

MURIANEWS.com, Kudus – Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus menekankan pada para pengusaha angkutan penumpang ataupun Pengusaha Otobus (PO) agar tidak mempekerjakan pengemudi (sopir) tembak atau dadakan untuk operasikan kendaraan selama arus mudik dan arus balik lebaran.

Jika masih ditemukan bahkan sampai ada sopir yang melanggar dan lalai, pihaknya akan memberikan sanksi tegas untuk perusahaan. Tak tanggung-tanggung, pihaknya pun mengancam akan mencabut izin trayek kendaraan.

“Apalagi sampai terjadi kecelakaan. Saya pastikan izinnya dicabut,” ucap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus, Abdul Halil.

Selain itu, Halil menghimbau pada para pengusaha angkutan lebaran agar tidak menaikkan tarif yang melebihi ketentuan. Sanksi keras akan dijatuhkan jika masih menaikkan tarif lebih dari ketentuan. Sosialisasi terkait hal ini akan dilakukan.

“Kasihan para penumpang jangan dinaikkan terlalu tinggi,” ucap Halil.

Bus atau kendaraan yang digunakan mengangkut penumpang juga harus dilengkapi surat- surat, serta memenuhi standar kelaikan jalan. Halil menekankan jangan hanya memburu setoran atau pendapatan.

“Keselamatan penumpang harus diutamakan,” lanjutnya.

Hingga kini, pihak Dishub bersama Polres Kudus beserta instansi terkait lainnya telah berkoordinasi untuk persiapan menghadapi arus mudik dan balik lebaran 2019. Di antaranya yang akan dilakukan adalah pengecekan kelayakan kendaraan, yang rencananya dilakukan sebelum H-7 lebaran.

“Itu merupakan langkah lanjutan dari stikerisasi kemarin,” ujarnya.

Pengecekan akan dilaksanakan di Terminal Bus Induk Jati Kudus, dan sejumlah perusahaan otobus di Kudus. Pengecekan akan meliputi kelaikan fungsi kendaraan seperti , PPPK, segitiga perngaman, lampu, rem, spion, ban serta kelengkapan palu dan alat pemadam api ringan (APAR).

“Tentunya surat-surat dan KIR akan kami cek dengan bantuan pihak kepolisian,” jelasnya.

Sebelumnya, Dishub Kudus bersama Dinas Perhubungan Jawa Tengah dan Polres Kudus telah melakukan stikerisasi pada angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Pelaksanaan dilakukan di terminal angkutan minibus di Desa Getas Pejaten Kecamatan Jati Kudus.

Kasi Angkutan Tidak Dalam Trayek Dishub Jawa Tengah, Dikki Rulli menegaskan stikerisasi dilakukan sebagai tindak lanjut adanya keluhan pengusaha angkutan AKDP. Mengingat mulai maraknya angkutan tidak berizin beroperasi di jalan.

Angkutan yang mendapat label stikerisasi adalah kendaraan yang berbadan hukum. Usia kendaraan harus di bawah 25 tahun (terakhir tahun 1994). Surat-surat pentinng seperti buku uji, STNK, memiliki bukti pembayaran asuransi jasa raharja, izin trayek haruslah masih berlaku atau laik jalan. Jumlah angkutan yang telah di stikerisasi sebanyak 42 kendaraan.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

HUT ke-293 Grobogan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.