Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kapolda Jateng Digugat Pecatan Polisi, Ini Penyebabnya

0 432

MURIANEWS.com, Semarang – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah mendapat gugatan yang dilayangkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Penggugatnya adalah seorang mantan polisi di jajaran Polda Jateng berinisial TTP.

Materi gugatan, karena TTP diberhentikan tidak dengan hormat. Kuasa hukum TTP, Maruf Bajammal, mengatakan bahwa kliennya dipecat pada bulan Desember 2018.

Ia menjelaskan, bahwa pekara kliennya itu bermula pada bulan Februari 2017 ditangkap anggota Polres Kudus atas dugaan pemerasan.

Karena TTP merupakan anggota Ditpamobvit Polda Jateng, perkaranya dilimpahkan ke Polda Jateng. Atas dugaan pemerasan tersebut, TTP dinyatakan tidak berlanjut karena korbannya mengaku tidak ada peristiwa itu.

Tidak hanya sebatas itu, kata dia, TTP kemudian diperiksa atas dugaan penyimpangan hubungan seksual.

Namun, kata dia, terdapat kejanggalan dalam pemeriksaan kliennya karena laporan tentang pelanggaran kode etik TTP muncul setelah pemeriksaan.

“Jadi, sudah diperiksa, baru ada laporan masuk. Laporan itu pun bukan dari masyarakat,” katanya dilansir Antara.

Ia menduga pemecatan kliennya itu tidak terlepas dari dugaan penyimpangan orientasi seksual menyukai sesama jenis yang juga diakui oleh TTP. Penggugat sendiri pernah mengajukan banding atas pemecatan itu namun ditolak.

Menurut dia, jika pemecatan tersebut didasarkan atas penyimpangan orientasi seksual tersebut, hal tersebut melanggar prinsip diskrimanasi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Agus Triatmaja membenarkan pemberhentian tidak dengan hormat itu. “Yang bersangkutan dijerat dengan Kode Etik Profesi Polri,” katanya.

Menurut dia, dari hasil sidang kode etik itu dinyatakan perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Namun, Agus tidak menjelaskan maksud dari perbuatan tercela itu.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Antara

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.