MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dikunjungi Pejabat SKK Migas Jabanusa, Bupati Blora Curhat Permasalahan Pengelolaan Migas

0 20

MURIANEWS.com, BloraBupati Blora Djoko Nugroho menyampaikan beberapa persoalan yang terkait migas ketika menerima kunjungan kerja Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa) Nurwahidi beserta Field Manager Pertamina EP 4 Cepu Afwan Daroni, External Affairs Manager Exxon Mobil Dave A. Seta serta perwakilan Pertamina EP Cepu ADK Muhammad Karyanto.

Masalah pertama adalah terkait akan beroperasinya produksi migas oleh Pertamina EP Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK). Dalam hal ini, Djoko mempertanyakan manfaat apa yang bisa dirasakan Kabupaten Blora atas adanya produksi ini.

“Produksi migas harus memberikan manfaat untuk daerah di sekitarnya. Sampai saat ini belum ada kejelasan tentang rencana produksi PEPC ADK di Kabupaten Blora. Kami mohon agar Pemkab dilibatkan sehingga Blora bisa mendapatkan efek positif dari aktifitas migas nanti,” katanya.

Selanjutnya, Djoko juga menanyakan permasalahan jaringan gas rumah tangga (jargas) di wilayah ring satu Central Processing Plant (CPP) Pusat Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Blok Gundih yang ada di Kecamatan Kradenan. Djoko menyayangkan ribuan jaringan yang telah terpasang sejak 2013 hingga kini mangkrak tak teraliri gas.

Menurut Djoko, saat ditawari program jargas, ia tidak setuju jika diperuntukkan untuk Blora Kota atau Cepu. Tetapi diputuskan untuk masyarakat desa yang terdapat di ring satu CPP PPGJ Blok Gundih saja agar mereka bisa merasakan manfaat hasil buminya.

Wakil Bupati Blora Arief Rohman ketika menerima kunjungan kerja tim Komisi VII DPR RI di kantor Pertamina EP IV Cepu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

“Namun entah mengapa, dari 4.000 jaringan gas rumah tangga yang terpasang sejak 2013, hingga kini baru sekitar 600 sambungan saja yang teraliri gas. Tolong SKK Migas bisa membantu kami terkait jargas ini,” tegasnya.

Djoko ingin agar gas yang diambil dari perut bumi Kabupaten Blora bisa dirasakan manfaatnya untuk warganya dahulu. Warganya saja belum menikmati, namun wilayah lain sudah. Kondisi ini dinilai sangat tidak menguntungkan Blora.

“Mosok jaringan gas rumah tangga di Semarang sudah bisa mengalir, padahal gasnya dari PPGJ Blok Gundih yang ada di Blora. Sedangkan jaringan gas rumah tangga di Blora sendiri terkesan terbengkalai. Bantu kami komunikasi dengan PGN,” tambah Djoko.

Sementara itu, Dirut BUMD PT. Blora Patra Energi (BPE) Christian Prasetya menambahkan, pihaknya dulu dijanjikan mengelola gas sebanyak 5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk dikembangkan menjadi bidang usaha daerah. Namun hingga saat ini juga tidak terlaksana.

“Setiap ada pergantian pimpinan, kesepakatan lama selalu dilupakan sehingga Blora selalu dirugikan. Mumpung SKK Migas ke Blora, kami ingin semua ini diluruskan,” ucap Christian.

Banyaknya permasalahan migas yang terjadi di Kabupaten Blora ini langsung dirangkum oleh jajaran SKK Migas. Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Nurwahidi berjanji akan melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder guna mencari jalan terbaik atas seluruh masalah yang diperoleh selama kunjungan di Blora.

“Sebagai orang baru, saya merasa tertantang dengan kondisi Blora ini. Terimakasih atas semua permasalahan yang dikemukakan dan ini semua akan menjadi catatan kami. Kami tidak bisa langsung memberikan jawaban. Paling tidak dalam dua bulan lagi, SKK Migas akan mengundang Pemkab Blora untuk diskusi lebih mendalam,” janjinya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.