MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Puasa, Produksi Sampah di Jepara Justru Naik 35 Persen

0 65

MURIANEWS.com, Jepara – Jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat, meningkat dalam bulan Ramadhan ini. Bahkan kenaikannya mencapai 35 persen.

Kepala Seksi Kebersihan dan Persampahan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara, Lulut Andi Ariyanto, menyebut peningkatan ini sebagai fenomena tahunan. Setiap Ramadan, kecenderungan ini sudah biasa terjadi.

Terutama untuk sampah jenis organik, volumenya memang mengalami penambahan. Kemungkinan berasal dari makanan yang tidak habis dikonsumsi yang kemudian dibuang oleh masyarakat.

“Peningkatan volume sampah yang terjadi, pada masa Ramadhan seperti ini bisa mencapai kisaran 30-35 % dari volume biasanya. Peningkatan tersebut terjadi pada sampah jenis organik,” ujar Lulut Adi, Rabu (15/05/2019).

Pada Bulan Ramadan, sebagian besar masyarakat memang harus memasak menyiapkan masakan untuk sahur dan berbuka puasa. Dari sinilah kemungkinan menjadi penyebab terjadinya peningkatan sampah organik.

Setiap hari, masyarakat Jepara rata-rata menghasilkan sampah hingga mencapai 80 ton. Sebanyak 147 orang personel angkut sampah dikerahkan, termasuk dalam hal ini adalah personil coastal cleaner (pembersih pantai). Sedangkan untuk armada pengangkut yang disediakan adalah sejumlah truk.

“Kami saat ini memiliki  3 bua TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Masing-masing TPA Bandengan, TPA Gemulung, Pecangaan dan TPA Krasak, Bangsri . Semua difungsikan untuk masing-masing wilayah,” jelas Luluk.

TP Bandengan menampung sampah dari Kecamatan Jepara, Kecamatan Tahunan, Kecamatan Batelit, Kecamatan Pakis Aji dan Kecamatan Kedung. Setiap hari ada 42-50 ton sampah yang diangkut ke TPA ini.

Sedangkan TPA adalah Gemulung, menampung sampah dari wilayah  Pecangaan, Kalinyamatan, Mayong, Nalumsari dan Welahan. Rata-rata ada sebanyak 7,5 ton sampah setiap harinya yang masuk. Sementara, TPA Krasak digunakan untuk menampung sampah dari lima Donorojo, Keling, Kembang, Bangsri dan Mlonggo. Dengan jumlah timbunan mencapai 10,5 ton setiap harinya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

United Futsal Pc

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.