Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ternyata Ini Alasan Pemerintah Bangun Jembatan Tanggulangin

0 2.448

MURIANEWS.com, Kudus – Pembangunan jembatan Kolonel Sunandar atau yang dikenal jembatan Tanggulangin sudah mencapai 95 persen. Bahkan Dirjen Bina Marga menyebutkan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak itu sudah siap beroperasi.

Lantas bagaimana awal dibangunnya jembatan tersebut. Dirjen Bina Marga Kementrian PUPR Sugiyartanto mengatakan, ada bebeapa faktor pemerintah melakukan pembangunan jembatan Tanggulangin.

“Pembangunan jembatan Tanggulangin yang ketiga ini untuk mengatasi volume kendaraan yang semakin banyak,” katanya saat melakukan kunjungan di Jembatan Tanggulangin, Selasa (14/5/2019).

Ia mengatakan, awalnya jembatan Tanggulangin yang berada sisi tengah itu dibangun pada 1968. Pembangunan jembatan tu dalam rangka untuk mengatasi debit banjir yang sering meluber di kawasan jalan pantura itu.

“Jembatan ini dibangun kan sejarahnya debit banjir. Untuk jembatan yang lama yang ditengah ini itu dibangun pada tahun 1968. Pada waktu itu kendaraan belum banyak. Kemudian muncul jembatan yang kedua itu rangka baja dan lebih tinggi,” lanjutnya.

Baru kemudian, dengan semakin banyaknya volume kendaraan yang bertambah pesat membutuhkan jembatan lagi. Maka pemerintah melakukan pembangunan jembatan Tanggulangin yang ketiga ini.

“Asumsinya jembatan yang tengah tidak memenuhi syarat dan harus dibongkar. Tapi karena ada permintaan dari pemerintah daerah (Pemkab Kudus), rencana ini (pembongkaran) akan dikonsultasikan kepada pimpinan lagi,” terangnya.

Seperti diketahui, proyek pembangunan jembatan Tanggulangin kali ini merupakan proyek multi years yang dianggarkan oleh Pemerintah Pusat lewat APBN sebesar Rp 115,55 miliar. Yakni tahun 2017, 2018 dan 2019.

Jembatan yang baru itu akan memiliki panjang sekitar 170 m dengan lebar 11 m, sedangkan panjang total dari mulai perkerasan jalan pendekat (oprit) jembatan hingga stasiun (Sta) nol mencapai 600 meter.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.