Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Harga Bahan Baku Naik, Pengrajin Pisau di Kudus Lesu

MURIANEWS.com, Kudus – Pengrajin pisau di Kabupaten Kudus tengah menghadapi kendala. Pasalnya harga bahan baku pisau saat ini tengah mengalami kenaikan.

Salah satu pengrajin pisau Suwari mengatakan, sejumlah bahan baku untuk membuat pisau tengah mengalami kenaikan. Seperti stainles hingga aluminium.

“Saat ini harga sejumlah bahan baku untuk membuat pisau memang sedang mengalami kenaikan,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk harga bahan baku utama membuat pisau. Berupa stainless harganya mencapai Rp 17 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya hanya berkisar Rp 12 ribu per kilogram.

“Aluminium sebagai bahan baku untuk membuat gagang pisau saat sekarang mencapai Rp 22 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp 17 ribu per kilogram,” lanjutnya.

Menurutnya, kenaikan harga bahan baku tidak diimbangi dengan kenaikan harga jual pisau. Harga jual pisau yang diproduksi sulit dinaikkan.

Oleh karena itu ia terpaksa menggunakan bahan baku yang lebih murah. Apalagi, dengan konsekuensi harus melakukan peleburan sendiri dari awal.

“Saya juga harus pandai-pandai mengatur bahan baku yang digunakan bisa irit agar tetap mendapatkan keuntungan,” ujarnya.

Untuk harga jual pisau dengan gagang terbuat dari bahan aluminium dijual dengan harga bermacam. Untuk ukuran kecil per kodi selama ini belum ada kenaikan masih dijual dengan harga Rp 32 ribu sedangkan berukuran besar mencapai Rp 80 ribu.

Sementara itu, Sahri Baedlowi, pengrajin pisau lainnya mengakui saat terjadi kenaikan harga bahan baku memang tidak otomatis harga jual pisau bisa dinaikkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, ia lebih memilih membuat produk pisau jenis baru dengan harga disesuaikan dengan kenaikan harga bahan baku.

“Cara memang harus diikuti dengan strategi pemasaran yang bagus agar bisa laku di pasaran,” tandansnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...