Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sidak Pasar Tradisional, Tim Gabungan Temukan Produk Makanan Berformalin di Blora

0 39

MURIANEWS.com, BloraSejumlah produk makanan di pasar tradisional Sido Makmur Blora ditemukan mengandung boraks, formalin, dan rodamin. Temuan itu didapat saat tim gabungan dari Polres Blora, Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan melakukan sidak di lokasi tersebut, Senin (13/5/2019).

Kandungan rodamin ditemukan pada jajanan anak anak seperti kerupuk dan juga kudapan ringan. Jajaran ini warnanya tampak sangat mencolok dan setelah dilakukan pengecekan dengan Spektrofotometri Ultra Violet, terlihat makanan tersebut menggunakan pewarna yang mengandung rodamin atau pewarna tekstil.

Sementara untuk makanan yang mengandung formalin di temukan pada ikan basah dan juga kerupuk mentah. Namun untuk menyakinkan makanan tersebut mengandung bahan-bahan yang berbahaya bakal dilakukan uji lanjutan di laboratorium.

Kapolres Blora AKBP Antonius Anang bersama tim gabungan saat melakukan sidak di pasar tradisonal Sido Makmur, Senin (13/5/2019). (MURIANEWS.com/Dani Agus)

Plt Kadinas Kesehatan Blora Lilik Hernanto menjelaskan, bahan-bahan berbahaya itu kalau menumpuk di dalam tubuh bisa menyebabkan penyakit, seperti kanker.

Terkait dengan temuan itu, pihaknya bakal memberikan pembinaan kepada para pedagang supaya tidak lagi menggunakan bahan yang berbahaya untuk campuran makanan yang dijualnya.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Antonius Anang mengungkapkan, selama Ramadan, pihaknya bersama tim gabungan akan terus melakukan sidak ke pasar tradisional ataupun ke supermarket yang ada di Blora. Tujuannya untuk memastikan bahwa bahan makanan dan minuman yang ada di pasaran aman untuk di konsumsi masyarakat luas.

“Selain untuk memastikan keamanan dipasar, tujuan utama sidak bersama tim gabungan adalah untuk memastikan keamanan makanan dan minuman untuk di konsumsi, dan juga antisipasi mafia pangan,” katanya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.